Kompas.com - 16/04/2019, 23:03 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan, pada Selasa (16/4/2019), telah merilis sebuah daftar panjang yang berisi nama-nama orang yang akan menjadi anggota delegasi dalam pertemuan dengan Taliban di Doha, Qatar, pekan ini.

Dilansir AFP, dalam daftar tersebur terdapat nama dari 250 orang, termasuk kepala staf Presiden Ashraf Ghani, Abdul Salam Rahimi, serta mantan kepala intelijen, Amrullah Saleh, dan puluhan pejabat pemerintah Afghanistan lainnya.

Selain nama-nama pejabat, daftar delegasi tersebut juga memuat nama tokoh masyarakat dari berbagai lapisan, mulai para pemimpin muda, tetua suku, serta 52 orang di antaranya adalah perempuan.

Apabila daftar itu disetujui dan seluruh anggota delegasi dari kedua pihak bisa bertemu, maka pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan dialog terbesar antara kedua kubu yang telah berseteru selama bertahun-tahun itu.

Baca juga: Taliban Larang Palang Merah dan WHO Beroperasi di Afghanistan

Taliban terakhir kali bertemu dengan wakil pemerintah Afghansitan pada pembicaraan rahasia di Pakistan pada 2015 silan, yang dengan cepat berubah menjadi ketegangan setelah beredar kabar tewasnya pemimpin Taliban, Mullah Omar.

Kini, perundingan dijadwalkan akan digelar selama tiga hari di Qatar, dengan dimulai pada Jumat (19/4/2019).

Rencana pertemuan kali ini muncul di tengah upaya yang dilakukan Washington selama berbulan-bulan untuk mendorong perdamaian di negara yang dilanda konflik selama 18 tahun terakhir tersebut.

Setiap kabar rencana pertemuan antara pihak pemerintah Kabul dengan Taliban adalah penting lantaran para pemberontak memandang rezim pemerintahan Ghani sebagai boneka AS dan Taliban telah lama menolak berbicara secara langsung dengan mereka.

Taliban pun bersikeras bahwa setiap pejabat pemerintah yang hadir dalam pertemuan pekan ini, melakukannya dalam kapasitasnya mereka sebagai seorang pribadi Afghanistan dan tidak mewakili pemerintah.

Sementara pihak pemerintah Afghanistan telah merilis daftar nama yang sangat panjang, pihak Taliban justru belum menentukan perwakilan yang akan dikirim ke Doha.

Taliban juga menolak anggapan bahwa delegasi mereka juga akan menyertakan anggota perempuan.

Baca juga: Puluhan Tentara Afghanistan Menyerah kepada Taliban dan Berupaya Kabur

Adanya nama wakil perempuan dalam daftar yang dirilis Afghanistan, adalah menyusul anggapan yang menyebut proses perdamaian yang dilakukan kedua pihak selama ini gagal karena kurangnya peran perempuan.

Sementara AS, yang kerap disebut sebagai perantara kedua pihak, diperkirakan tidak akan turut hadir dalam pertemuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.