Afghanistan Rilis Daftar Delegasi untuk Bertemu Taliban di Doha

Kompas.com - 16/04/2019, 23:03 WIB
Dalam foto yang diambil pada 12 Agustus 2018 ini terlihat pasukan Afghanistan dan milisi bersenjata berada di sepanjang jalan dekat kota Ghazni. AFP/MOHAMMAD ANWAR DANISHYARDalam foto yang diambil pada 12 Agustus 2018 ini terlihat pasukan Afghanistan dan milisi bersenjata berada di sepanjang jalan dekat kota Ghazni.

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan, pada Selasa (16/4/2019), telah merilis sebuah daftar panjang yang berisi nama-nama orang yang akan menjadi anggota delegasi dalam pertemuan dengan Taliban di Doha, Qatar, pekan ini.

Dilansir AFP, dalam daftar tersebur terdapat nama dari 250 orang, termasuk kepala staf Presiden Ashraf Ghani, Abdul Salam Rahimi, serta mantan kepala intelijen, Amrullah Saleh, dan puluhan pejabat pemerintah Afghanistan lainnya.

Selain nama-nama pejabat, daftar delegasi tersebut juga memuat nama tokoh masyarakat dari berbagai lapisan, mulai para pemimpin muda, tetua suku, serta 52 orang di antaranya adalah perempuan.

Apabila daftar itu disetujui dan seluruh anggota delegasi dari kedua pihak bisa bertemu, maka pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan dialog terbesar antara kedua kubu yang telah berseteru selama bertahun-tahun itu.

Baca juga: Taliban Larang Palang Merah dan WHO Beroperasi di Afghanistan

Taliban terakhir kali bertemu dengan wakil pemerintah Afghansitan pada pembicaraan rahasia di Pakistan pada 2015 silan, yang dengan cepat berubah menjadi ketegangan setelah beredar kabar tewasnya pemimpin Taliban, Mullah Omar.

Kini, perundingan dijadwalkan akan digelar selama tiga hari di Qatar, dengan dimulai pada Jumat (19/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencana pertemuan kali ini muncul di tengah upaya yang dilakukan Washington selama berbulan-bulan untuk mendorong perdamaian di negara yang dilanda konflik selama 18 tahun terakhir tersebut.

Setiap kabar rencana pertemuan antara pihak pemerintah Kabul dengan Taliban adalah penting lantaran para pemberontak memandang rezim pemerintahan Ghani sebagai boneka AS dan Taliban telah lama menolak berbicara secara langsung dengan mereka.

Taliban pun bersikeras bahwa setiap pejabat pemerintah yang hadir dalam pertemuan pekan ini, melakukannya dalam kapasitasnya mereka sebagai seorang pribadi Afghanistan dan tidak mewakili pemerintah.

Sementara pihak pemerintah Afghanistan telah merilis daftar nama yang sangat panjang, pihak Taliban justru belum menentukan perwakilan yang akan dikirim ke Doha.

Taliban juga menolak anggapan bahwa delegasi mereka juga akan menyertakan anggota perempuan.

Baca juga: Puluhan Tentara Afghanistan Menyerah kepada Taliban dan Berupaya Kabur

Adanya nama wakil perempuan dalam daftar yang dirilis Afghanistan, adalah menyusul anggapan yang menyebut proses perdamaian yang dilakukan kedua pihak selama ini gagal karena kurangnya peran perempuan.

Sementara AS, yang kerap disebut sebagai perantara kedua pihak, diperkirakan tidak akan turut hadir dalam pertemuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.