Kelak, Bayi Meghan Markle dan Pangeran Harry Harus Bayar Pajak AS?

Kompas.com - 16/04/2019, 18:33 WIB
Duchess of Sussex atau Meghan Markle dan Duke of Sussex (Pangeran Harry) usai menghadiri kebaktian Natal keluarga Kerajaan Inggris di St Mary Magdalene Church di Sandringham, Norfolk, pada 25 Desember 2019. AFP/PAUL ELLISDuchess of Sussex atau Meghan Markle dan Duke of Sussex (Pangeran Harry) usai menghadiri kebaktian Natal keluarga Kerajaan Inggris di St Mary Magdalene Church di Sandringham, Norfolk, pada 25 Desember 2019.
WASHINGTON, KOMPAS.com - Meghan Markle dan Pangeran Harry akan segera menyambut kehadiran anak pertama mereka.
 
Bayi itu nantinya akan memiliki keistimewaan karena dilahirkan sebagai anggota kerajaan Inggris, sekaligus akan memiliki hak warga negara Amerika Serikat.
 
Yang kini menjadi sorotan, apakah anak Meghan dan Pangeran Harry juga harus memenuhi kewajiban warga AS yang lahir di luar negeri, termasuk soal pajak?
 
 
"Jika Anda adalah warga negara AS, Anda harus membayar pajak AS, apa pun yang terjadi," kata Steve Dean, dari New York University School of Law.
 
Melansir dari NBC News, Selasa (16/4/2019), orangtua asal AS akan secara otomatis membuat anak mereka yang lahir di luar negeri berkewarganegaraan AS.
 
Dalam kasus bayi yang akan dilahirkan Meghan, kemungkinan dia akan memenuhi syarat untuk memperoleh paspor AS.
 
Sebagai informasi, "Negeri Paman Sam" merupakan satu-satunya negara di dunia yang mengenakan pajak bagi warga negara non-penduduk.
 
Dengan begitu, Duchess of Sussex harus mengajukan laporan pajak pada tahun ini, meski anggota keluarga kerajaan Inggris itu tinggal di luar AS.
 
"AS sangat luas dalam gagasan perpajakan kewarganegaraan," ujar Michelle Lyon Drumbl, profesor di Washington & Lee University School of Law's Tax Clinic.
 
Meghan dan bayinya kelak tidaklah sendirian, ada sekitar 8,7 juta warga AS yang tersebar di 160 negara, namun memiliki beban laporan pajak di negara asalnya.
 
Kebanyakan dari mereka akan dibebaskan dari pajak tambahan kepada lembaga pengumpul pajak AS atau IRS karena adanya pengecualian pajak penghasilan.
 
Namun menurut Dean, pajak akan menjadi masalah besar jika warga AS tersebut tergolong kaya.
 
"Bagi kebanyakan orang, ini bukan masalah besar. Tapi jika Anda sangat kaya, Anda harus banyak khawatir tentang pengajuan kewajiban," tuturnya.
 
 
Masalah pajak ini menarik perhatian IRS ketika mantan menteri luar negeri Inggris Boris Johnson menjual rumahnya di London pada 2014 untuk mendapatkan untung.
 
Johnson lahir di New York City pada 1964 dari orangtua asal Inggris. Mereka kembali ke Inggris ketika dia masih kecil. Johnson akhirnya membayar tagihan pajak dan melepaskan kewarganegaraan AS. 
 
Untuk benar-benar keluar, dia harus membayar 2.350 dollar AS, biaya yang masuk dalam kategori tertinggi di dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NBC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X