Mahathir: Malaysia Belum Butuh Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura

Kompas.com - 16/04/2019, 17:00 WIB
PM Malaysia Mahathir Mohamad  saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018). AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPM Malaysia Mahathir Mohamad saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menilai proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura saat ini belum diperlukan.

Diwartakan Channel News Asia, Selasa (26/4/2019), pria berusia 93 tahun itu berpendapat fokus harus diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kereta yang telah ada di negaranya.

"Kami belum akan membangun kereta cepat, tapi kami ingin meningkatkan kualitas layanan pada sistem kereta kami. Itu telah dilakukan sampai batas tertentu, dengan rel ganda dan elektrifikasi," ujarnya.

Baca juga: Mahathir: Denda Rp 74 Triliun Jadi Alasan Proyek Kereta Cepat China Dinegosiasikan Ulang

Seperti diketahui, Singapura dan Malaysia pada September lalu sepakat untuk menunda pembangunan proyek High-Speed Rail (HSR) hingga akhir Mei 2020.

Sejak itu, Malaysia telah membayar Singapura senilai 15 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 156 miliar sebagai konsekuensi penundaan proyek.

Mahathir menilai, proyek HSR tidak akan memberikan manfaat signifikan karena hanya akan memangkas sekitar 30 menit dari waktu perjalanan saat ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum lagi, masyarakat masih perlu menghabiskan waktu lebih untuk melakukan perjalanan ke stasiun kereta.

"Jika orang bisa menghemat dua hingga enam jam, maka saya pikir kereta berkecepatan tinggi akan menjadi jawabannya," ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini pemerintah belum memberikan kontrak apa pun terkait proyek HSR, namun Malaysia harus memberikan kompensasi kepada Singapura.

Mahathir menyinggung soal Malaysia yang kemungkinan perlu membangun kereta cepat yang menghubungkan Johor Bahru dan Penang, atau bahkan sampai ke perbatasan dengan Thailand.

Baca juga: Mahathir: Najib Razak Pemimpin yang Lebih Buruk dari Anwar Ibrahim

Sementara itu, HSR diharapkan dapat mulai beroperasi pada 1 Januari 2031. Padahal sebelumnya, layanan transportasi tersebut ditargetkan beroperasi pada 31 Desember 2026.

Proyek HSR memang ditunda, namun Malaysia dan China pada pekan lalu kembali membahas soal Coast Rail Link yang sempat ditangguhkan pada Juli 2018.

Kedua negara sepakat untuk memangkas biaya proyek tersebut hingga sepertiganya menjadi 44 miliar ringgit atau sekitar Rp 150 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X