Assange Ditahan, Ekuador Diterpa hingga 40 Juta Kali Serangan Siber

Kompas.com - 16/04/2019, 13:56 WIB
Ilustrasi peretas. Getty Images/iStockphotoIlustrasi peretas.

QUITO, KOMPAS.com — Otoritas Ekuador mengklaim pihaknya telah mengalami hingga 40 juta kali serangan siber sejak pemerintahannya mencabut suaka politik terhadap Julian Assange, yang berbuntut pada penangkapan pendiri WikiLeaks itu oleh polisi Inggris.

Puluhan juta kali serangan siber itu disebut menyasar situs-situs web milik institusi publik dan pemerintah Ekuador.

Disampaikan Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi Ekuador Patricio Real, serangan-serangan di dunia maya yang terjadi mulai Kamis (11/4/2019) itu dideteksi datang dari sejumlah negara.

"Serangan itu datang terutama dari Amerika Serikat, Brasil, Belanda, Jerman, Romania, Perancis, Austria, dan Inggris. Bahkan, ada juga yang datang dari dalam negeri," ujar Real, dikutip AFP, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Presiden Ekuador Tuduh Julian Assange Pakai Kedutaan untuk Kegiatan Mata-mata

Assange ditangkap dan dibawa paksa oleh kepolisian Inggris keluar dari gedung kedutaan besar Ekuador di London pada Kamis (11/4/2019) setelah Presiden Lenin Moreno menghapus status kekebalan diplomatiknya.

Assange diketahui telah tinggal dan bersembunyi di kedubes Ekuador di London sejak tujuh tahun lalu.

Presiden Moreno mencabut kekebalan diplomatik Assange setelah menudingnya melakukan tindakan mencampuri urusan negara lain dan spionase.

Tak hanya menghapus status kekebalan diplomatiknya, pemerintah Ekuador juga mencabut kewarganegaraan yang diberikan kepada Assange pada 2017 di bawah pemerintahan presiden sebelumnya Rafael Correa.

Menurut wakil menteri departemen pemerintah elektronik dari kementerian telekomunikasi, Javier Jara, Ekuador mengalami serangkaian serangan yang memblokir akses ke internet.

Sebelumnya, pihaknya mengaku telah menerima ancaman dari kelompok-kelompok yang terkait dengan Julian Assange.

"Yang paling terdampak oleh serangan siber tersebut adalah kementerian luar negeri, bank sentral, kantor kepresidenan, layanan pendapatan internal, serta beberapa kementerian dan universitas lain," kata Javier Jara.

Kendati demikian, Jara menegaskan bahwa tidak ada satu pun dari lembaga-lembaga yang mendapat "serangan siber" tersebut melaporkan adanya pencurian ataupun penghapusan data.

Baca juga: Cabut Suaka Julian Assange, Presiden Ekuador Disebut Pengkhianat

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X