Kompas.com - 16/04/2019, 12:33 WIB
Seorang anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tengah menembakkan senapan AK-47. AP via Daily MailSeorang anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tengah menembakkan senapan AK-47.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah mengklaim telah membunuh ratusan orang di seluruh dunia dalam serangan "balas dendam".

Diwartakan Daily Mail (15/4/2019), kelompok ekstremis itu mengaku sudah membunuh sekitar 362 orang dalam 92 serangan di seluruh dunia selama tiga hari.

Baca juga: Pria Singapura Dituduh Danai Publikasi Propaganda ISIS

Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri, ranjau darat, dan pembunuhan di setidaknya 80 kota. Termasuk ledakan di Kolomna, dekat Moskwa, Rusia.

Berdasarkan pemberitaan The Times, ISIS menyatakan bertanggung jawab atas 14 serangan di Irak, 10 di Suriah, serta di Somalia, Afghanistan, Libya, serta Mesir.

ISIS mengatakan mereka melakukan serangan pada 8-10 April itu sebagai balasan setelah mereka mengalami kekalahan di desa Baghouz yang menjadi benteng terakhir.

Namun, sejumlah analis menyatakan mereka tidak memercayai jika serangan yang terjadi luar Irak serta Suriah dilaksanakan oleh kelompok ekstremis tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ledakan di Kolomna, di mana satu orang dilaporkan terluka, tidak ditemukan adanya bukti serangan teroris. Otoritas meyakini ledakan itu karena kebocoran gas.

Meski begitu, serangan acak yang terjadi Libya, kawasan Sinai, hingga Suriah bisa jadi dilakukan ISIS. Antara lain serangan yang menewaskan dua anggota Kurdi.

Peristiwa itu muncul setelah juru bicara ISIS Abu Hassan al-Muhajir merespon klaim yang dibuat Amerika Serikat (AS) bahwa mereka sudah tersapu dari Suriah pada Maret.

Dalam rekaman berdurasi 44 menit, Muhajir menyatakan klaim itu sesat. Diungkap juga adanya rencana serangan yang meniru teror Paris, Perancis, empat tahun lalu.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang disokong AS mengklaim kemenangan pada 23 Maret setelah Baghouz yang terletak di tepi Sungai Eufrat dibebaskan dari ISIS.

Klaim yang dibuat SDF menjadi berakhirnya ISIS sejak pemimpin mereka, Abu Bakar al-Baghdadi, mendeklarasikan "kekhalifahan" di Mosul, Irak, pada 2014.

Baca juga: Perempuan ISIS Diadili karena Biarkan Gadis Cilik Yazidi Mati Kehausan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.