Kompas.com - 16/04/2019, 07:09 WIB
Zhao, seorang penyapu jalan di China ketika membawa gerobak berisi sampah. Oddity CentralZhao, seorang penyapu jalan di China ketika membawa gerobak berisi sampah.

SHENYANG, KOMPAS.com - Pahlawan tidak berarti orang yang harus mengangkat senjata dan melawan kekuatan penindas. Seorang pahlawan bahkan bisa berasal dari lingkungan sekitar.

Seperti kisah Zhao, seorang penyapu jalan yang berasal dari Shenyang, kota yang terletak di kawasan timur laut China. Dia sudah mengabdikan diri pada pekerjaannya selama 30 tahun.

Meski mempunyai keluarga, Zhao juga membantu mengurus anak-anak miskin dengan menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Baca juga: Anies Kebumikan Penyapu Jalan yang Jadi Korban Tabrak Lari

Dilansir Oddity Central Senin (15/4/2019), total Zhao sudah memberikan 180.000 yuan, sekitar Rp 377,3 juta, selama 30 tahun terakhir untuk membantu anak miskin.

Adapun setiap bulan, Zhao memperoleh gaji 2.000 yuan, atau Rp 4,1 juta. Bukan tanpa alasan pria 58 tahun itu memutuskan membantu anak-anak yang mengalami kekurangan.

Ayah Zhao meninggal ketika dia masih kecil. Sementara ibunya memiliki masalah mental. Jadi saat masih remaja, Zhao harus menggantungkan hidup pada orang di sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengingat kebaikan warga di desanya hingga ada sebutan dia telah mendapat makanan dari "100 keluarga". Karena itu, dia sangat mengerti tentang penderitaan.

Pengalaman itu yang membuat Zhao memutuskan membantu anak-anak miskin itu sebagai bentuk terima kasih kepada setiap orang yang sudah membantunya.

Keluarganya, bahkan orang yang dikenalnya mengaku heran dengan keputusannya. Apalagi sang istri yang sempat begitu kecewa ketika Zhao memutuskan menjual rumah mereka beberapa tahun sebelumnya.

Istri Zhao selalu menanyakan mengapa suaminya memberikan sebagian besar uang kepada orang asing hingga Zhao membawanya ke sebuah desa di pegunungan.

Di sana, istri Zhao melihat sendiri bagaimana sang suami telah bertindak mulia dengan mengurus anak-anak tersebut. Sejak saat itu, istri Zhao tak pernah lagi mendebatnya.

"Saya pernah menjadi seperti mereka. Pernah mengalami kekurangan makanan dan sempat merasa hidup tidak berdaya. Jadi, saya ingin membantu mengubah takdir mereka," tutur Zhao.

Keputusan itu bukannya tidak memberikan konsekuensi bagi Zhao. Selama 30 tahun, dia hanya makan seadanya seperti semangkuk mi, atau tak membeli pakaian dalam 30 tahun terakhir.

Meski tidak mengharapkan imbalan apapun, perbuatan terpuji Zhao pernah mendapat ganjaran manis Desember 2018 ketika menderita penyumbatan usus yang serius.

Dia harus mendapat perawatan di rumah sakit. Saat itu, istrinya sedang tidak ada di rumah. Untungnya, anak-anak yang dibantu Zhao menjaganya selama dirawat.

Baca juga: Penyapu Jalan di Ambon Tewas Tertabrak Pengawal Kapolda Maluku



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.