Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/04/2019, 22:31 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Otoritas China dilaporkan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi minoritas Muslim Uighur di seluruh penjuru negeri. Demikian menurut laporan yang dirilis New York Times.

Pemerintah Beijing telah menuai kecaman atas perlakuannya terhadap warga Uighur di Xinjiang, di mana hingga 1 juta warga etnis minoritas itu ditahan di kamp-kamp pengasingan, menurut perkiraan yang dikutip panel PBB.

Namun menurut artikel yang dirilis pada Minggu (14/4/2019), teknologi pengenalan wajah yang terintegrasi dalam jaringan kamera pengawas yang luas di China.

Kamera itu telah diprogram untuk secara eksklusif mengenali orang-orang Uighur berdasarkan penampilan mereka dan menyimpan catatan pergerakan mereka di seluruh negeri.

Baca juga: Warga Uighur Minta Bukti Hidup Keluarga Mereka yang Ditahan Pemerintah China

Kepolisian China juga dilaporkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan warga Uighur di luar Xinjiang, termasuk di kota-kota kaya, seperti Hangzhou dan Wenzhou.

Menurut New York Times, sebanyak 500.000 warga Uighur telah terpindai dalam satu kota selama hanya satu bulan.

Pemerintah China pada 2017 telah mengumumkan akan menjadi negara terdepan dalam industri AI. Tetapi ada kekhawatiran di tengah masyarakat internasional bahwa teknologi canggih sedang dimanfaatkan untuk pengawasan ketat terhadap etnis-etnis tertentu di China.

Times mengutip pernyataan ahli yang menyebut pengawasan dan pemindaian terhadap warga etnis Uighur ini bisa menjadi contoh pertama pengawasan etnis oleh pemerintah.

Di provinsi Shaanxi, otoritas setempat pada tahun lalu dilaporkan ingin memperoleh sistem kamera pintar yang mendukung pengenalan wajah untuk mengidentifikasi atribut Uighur dan non-Uighur.

Laporan New York Times tersebut tidak menyertakan tanggapan Kementerian Keamanan Publik China atas informasi tersebut, setelah menolak menjawab permintaan yang dikirim melalui faks.

Akan tetapi pemerintah China telah berulang kali membantah laporan tentang penahanan massal warga etnis Uighur di Xinjiang dan menyatakan bahwa itu merupakan pusat pelatihan pendidikan sebagai bagian dari perang melawan ekstremisme Islam.

Baca juga: Usai Dikritik soal Muslim Uighur, China Minta Warganya di Turki Waspada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.