Apa Kata Media Asing tentang Persiapan Pemilu di Indonesia?

Kompas.com - 15/04/2019, 21:06 WIB
Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memeriksa kelengkapan logistik Pemilu sebelum didistribusikan ke kelurahan di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Tanah Abang, Jakarta, Senin (15/4/2019). KPU Jakarta Pusat mulai mendistribusikan kotak suara beserta logistik Pemilu serentak 2019 ke 481 TPS yang tersebar di tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan ditargetkan selesai sebelum hari pencoblosan 17 April 2019. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memeriksa kelengkapan logistik Pemilu sebelum didistribusikan ke kelurahan di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Tanah Abang, Jakarta, Senin (15/4/2019). KPU Jakarta Pusat mulai mendistribusikan kotak suara beserta logistik Pemilu serentak 2019 ke 481 TPS yang tersebar di tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan ditargetkan selesai sebelum hari pencoblosan 17 April 2019.

KOMPAS.com — Pemilu serentak yang akan dilakukan di Indonesia pada 17 April menarik perhatian sejumlah media asing.

Berbagai tema terkait kebijakan pemerintah hingga persiapan pemilu pun dibahas. Lalu, bagaimana media asing menyoroti persiapan pemilu di Indonesia?

Sejumlah media berbahasa Jerman menyoroti isu pluralisme dan intoleransi beragama di negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia ini.

Deutschlandfunk Kultur mempertanyakan meningkatnya intoleransi beragama di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dengan mengambil kasus contoh penistaan agama yang dialami Sukmawati Soekarnoputri.

Baca juga: Kronologi WNI di Singapura Keluar ICU untuk Nyoblos di Ambulans

Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) menyoroti Presiden Joko Widodo yang pergi umrah ke Arab Saudi di masa minggu tenang dan betapa tema keagamaan kian menjadi sentral dalam dunia perpolitikan di Indonesia.

FAZ menulis, selama bertahun lamanya Indonesia telah menjadi contoh agama Islam yang toleran dan kesinambungan antara kehidupan berdemokrasi dan beragama.

Namun, dalam beberapa tahun belakangan, hal itu berubah. Hal serupa disoroti oleh radio dan televisi Swiss (SRF) dengan menyatakan agama di Indonesia bukan persoalan pribadi.

Ekonomi dan lingkungan

Media berbahasa Inggris, BBC, juga menulis masalah intoleransi beragama sebagai perhatian utama menjelang pemilu tahun ini. Kedua kandidat berusaha sebaik mungkin menampilkan citra sebagai seorang Muslim untuk meraih simpati massa.

Warga di Jakarta, Senin (12/11/2018) mengamati Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR RI yang akan berlaga dalam Pemilu 2019 yang dirilis melalui situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masyarakat bisa mengkritisi calon legislatif yang diumumkan jika calon tersebut pernah tersangkut kasus korupsi.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK)
12-11-2018 *** Local Caption *** Pekerja di kawasan perkantoran Palmerah, Jakarta, Senin (12/11/2018) mengamati Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR RI yang akan berlaga dalam Pemilu 2019 yang dirilis melalui situs Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK)
12-11-2018KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Warga di Jakarta, Senin (12/11/2018) mengamati Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR RI yang akan berlaga dalam Pemilu 2019 yang dirilis melalui situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masyarakat bisa mengkritisi calon legislatif yang diumumkan jika calon tersebut pernah tersangkut kasus korupsi. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK) 12-11-2018 *** Local Caption *** Pekerja di kawasan perkantoran Palmerah, Jakarta, Senin (12/11/2018) mengamati Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR RI yang akan berlaga dalam Pemilu 2019 yang dirilis melalui situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK) 12-11-2018
Selain itu, BBC juga menyoroti rumitnya hubungan Indonesia dengan China menjelang pemilu.

Di satu sisi, China memainkan peran penting dalam hubungan dagang dengan Indonesia.

Sementara CNBC menulis, para investor akan lebih merasa nyaman dengan kebijakan Presiden Joko Widodo dan gaya pemerintahannya.

Dalam dua bulan pertama pada 2019, investor asing masuk ke pasar saham Indonesia dan membeli saham senilai Rp 10,47 triliun.

"Kemenangan Prabowo akan membawa sentimen bagi investor," tulis CNBC.

Sementara Aljazeera menyayangkan tema lingkungan yang kurang mendapatkan sorotan dalam masa kampanye.

Padahal, media itu menulis, sepertiga hutan hujan di Indonesia akan menghilang pada 2020 akibat penebangan ilegal dan perluasan perkebunan kelapa sawit.

Kompleks dan rumit

Media berbahasa Inggris lainnya, Guardian, menyoroti Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 pulau dengan total jumlah pemilih sebanyak 192,8 juta orang.

Pemilu kali ini juga akan menjadi pemilihan presiden secara langsung yang terbesar di dunia.

Harian ini juga menyebut, pemilu yang berlangsung pada 17 April 2019 bakal sebagai pemilu satu hari yang paling rumit di dunia.

Baca juga: Pasukan Oranye Dikerahkan Bantu Distribusi Logistik Pemilu

Pemilu di India memang diikuti peserta lebih banyak, tetapi secara keseluruhan dilakukan selama enam minggu sehingga jadi lebih relaks.

Bukan hanya memilih presiden, pada pemilu kali ini masyarakat juga akan memilih calon anggota legislatif pada hari yang sama.

"Ini berarti di 809.500 TPS, para pemilih akan memilih calon lebih dari 250.000 kandidat untuk 20.538 kursi legislatif di lima level pemerintahan dalam waktu hanya enam jam," tulis Guardian.

Media ini pun menyayangkan akan ada sekitar 1,6 juta orang dari suku asli di pedalaman Indonesia yang tidak dapat memilih karena tidak memiliki KTP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X