Menlu Rusia: Dunia Mulai Kehilangan Kepercayaan terhadap AS

Kompas.com - 15/04/2019, 19:56 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. ALEXANDER NEMENOV / AFPMenteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia menilai bahwa masyarakat dunia kini telah mulai kehilangan kepercayaan terhadap Amerika Serikat sebagai pemimpin global.

Menurut Sergey Lavrov, komunitas internasional saat ini telah mencoba mencari berbagai pendekatan yang lebih beragam dalam pengambilan keputusan global.

Dalam pidato tahunan di akademi diplomatik di Moskwa, Jumat (12/4/2019), Lavrov menyebut era geopolitik saat ini dengan "multipolaritas".

"Muncul pusat-pusat kekuatan baru untuk menjaga stabilitas di dunia memerlukan pencarian keseimbangan kepentingan dan kompromi," ujar Lavrov, dikutip Newsweek.


Baca juga: Kremlin: AS Tak Perlu Cemaskan Hubungan Rusia dengan Venezuela

Menurut Lavrov, telah terjadi pergeseran pusat kekuatan ekonomi global lebih ke Timur dari Barat, di mana tatanan liberal yang ditandai oleh globalisasi telah kehilangan daya tariknya dan tidak lagi dipandang sebagai sebuah model yang sempurna untuk semua.

"Sayangnya, mitra Barat kami yang dipimpin oleh Amerika Serikat tidak ingin menyepakati pendekatan bersama untuk menyelesaikan masalah," lanjut Lavrov.

Dia menuding Washington dan sekutunya berusaha untuk mempertahankan dominasi selama berabad-abad dalam urusan dunia meski ada kecenderungan obyektif dalam membentuk tatanan dunia polisentris.

Lavrov menilai upaya tersebut bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini, bahwa secara ekonomi maupun finansial, AS tidak lagi mampu, sendirian atau dengan sekutu terdekatnya, menyelesaikan semua masalah ekonomi global dan permasalahan dunia lainnya.

"Demi mempertahankan dominasi mereka secara artifisial, untuk mendapatkan kembali posisi mereka yang tak terbantahkan, mereka (AS dan sekutunya) menggunakan berbagai metode tekanan dan pemerasan secara ekonomi, serta melalui penggunaan informasi," kata Lavrov.

AS dan Rusia telah sama-sama menjadi negara adikuasa yang saling bersaing selama Perang Dingin yang berlangsung selama bertahun-tahun. Dan di abad ke-21, kedua negara kini melanjutkan persaingan dalam memperebutkan pengaruh global.

Baca juga: Rusia: Mengapa AS Ingin Kami Keluar dari Venezuela, Padahal Mereka Punya Markas di Seluruh Dunia?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X