Tagih Pembeli Bayar Rp 600 untuk Kantong Kertas, Toko Sepatu India Didenda Rp 1,8 Juta

Kompas.com - 15/04/2019, 19:14 WIB
Ilustrasi toko sepatu Bata India.SHUTTERSTOCK Ilustrasi toko sepatu Bata India.

CHANDIGARH, KOMPAS.com - Sebuah toko sepatu ternama di India telah diperintahkan untuk membayar hingga 9000 rupee (sekitar Rp 1,8 juta) setelah mengenakan biaya 3 rupee (Rp 600) untuk sebuah kantong kertas.

Toko sepatu Bata India Ltd dituding telah bertindak kurang dalam layanannya setelah meminta pelanggan membayar sebesar 3 rupee (Rp 600) untuk kantong kertas yang dipakai membawa sepatu yang dibeli.

Tindakan toko sepatu itu menuai keluhan dari salah seorang pembeli, Dinesh Prasad Raturi, dari Chandigarh, yang kemudian mengaku kepada forum konsumen.

Dilansir India Today, Raturi membeli sepasang sepatu pada 5 Februari lalu di sebuah cabang toko Bata yang ada di Sektor 22D, di kota Chandigarh, India utara.


Baca juga: Kuliti Bangkai Sapi di India, Satu Orang Tewas Dihajar Massa di India

Raturi membayar harga 402 rupee (Rp 81.000) yang termasuk biaya sebuah kantong kertas untuk membawa sepatu yang dibelinya.

Dia pun mengadu kepada forum konsumen bahwa pihak toko telah memaksa pembeli untuk membayar kantong kertas tersebut yang juga memuat logo merek toko, tindakan yang seharusnya tidak dibenarkan.

Dengan mengadukan kasus ini kepada forum konsumen, Raturi menuntut kepada toko tersebut agar mengembalikan uang untuk membayar kantong itu sebesar 3 rupee, ditambah dengan kompensasi atas kurangnya pelayanan.

Pihak toko Bata India membantah tuduhan pihaknya telah kurang dalam pelayanan. Namun forum konsumen itu mengatakan, memaksa pelanggan untuk membayar kantong kertas, yang seharusnya menjadi kewajiban toko, adalah betuk kekurangan layanan.

Forum konsumen itu juga mengarahkan Bata India untuk menyediakan kantong kertas gratus kepada para pelanggannya.

Forum itu menambahkan, jika fokus perhatian perusahaan adalah kekhawatiran terhadap lingkungan, maka perusahaan seharusnya menyediakan kantong kertas gratis yang ramah lingkungan untuk para pelanggan mereka.

Baca juga: Stasiun Televisi di India Ini Dilarang Siarkan Konten Politik selama Pemilu

Forum tersebut telah memutuskan untuk mengarahkan Bata India Ltd untuk mengembalikan biaya kantong kertas sebesar 3 rupess, ditambah dengan biaya pengadilan sebesar 1.00 rupee.

Bata juga diminta membayar hingga 3.000 ringgit sebagai kompensasi terhadap pelanggan atas pengalaman buruk yang disebabkan pelayanan yang buruk.

Selain itu, forum juga mengarahkan kepada pihak toko untuk menyetorkan dana deposit sebesar 5.000 rupee (sebesar Rp 1.000.000) ke rekening bantuan hukum Komisi Penanganan Sengketa Konsumen Negara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X