Satu Mati, Kura-kura Yangtze yang Langka Tersisa 3 Ekor di Dunia

Kompas.com - 15/04/2019, 17:18 WIB
Kura-kura tempurung lunak Yangtze yang amat langka.Wikipedia Kura-kura tempurung lunak Yangtze yang amat langka.

BEIJING, KOMPAS.com - Seekor kura-kura raksasa tempurung lunak Yangtze betina terakhir mati di China.

Media massa China menyebut, kematian kura-kura betina langka ini berpotensi memicu kepunahan spesies ini. Kura-kura betina ini, diyakini berusia 90 tahun, mati pada Sabtu (13/4/2019).

Hewan tersebut mati sekitar 24 jam setelah para pakar lokal dan internasional mencoba melakukan inseminasi buatan terhadapnya.

Baca juga: Langka, Zebra Pirang Tertangkap Kamera Berkeliaran di Afrika

Harian Suzhou Daily mengabarkan, tak ada komplikasi apapun dari percobaan inseminasi buatan itu.

Namun, sebuah tim peneliti yang terdiri dari pakar lokal dan internasional akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Harian Suzhou Daily menyebut, para pakar mengumpulkan jaringan telur hewan tersebut dan akan disimpan untuk keperluan di masa mendatang.

Masyarakat Konservasi Alam Liar (WCS) menyebut kura-kura ini sebagai spesies yang terancam punah. Jumlah hewan ini menyusut tajam akibat perburuan dan kerusakan habitan mereka.

Setelah kura-kura betina itu mati, kini hanya tersisa tiga ekor hewan ini di seluruh dunia. Demikian Suzhou Daily.

Kebun binatang Suzhou memiliki satu ekor kura-kura Yangtze berkelamin jantan. Dua lainnya hidup di alam bebas Vietnam tetapi jenis kelaminnya tidak diketahui.

Baca juga: Diselundupkan via Bandara, 1.500 Kura-kura Langka Dilakban dalam Koper



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X