Desak Pemilu Ulang, Besok Ratusan WNI di Sydney Bakal Datangi KJRI

Kompas.com - 15/04/2019, 17:12 WIB
Petisi Pemilu Ulang di SydneyKOMPAS.com/DESSY ROSALINA Petisi Pemilu Ulang di Sydney

SYDNEY, KOMPAS.com - Keputusan Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) di Sydney, Australia, untuk menutup pemungutan suara ketika ada WNI yang belum mencoblos berbuntut panjang.

Ratusan WNI yang tergabung dalam komunitas WNI The Rock Sydney bakal mendatang Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney besok (16/4/2019).

Tujuan kedatangan mereka adalah menyampaikan adanya petisi dari WNI yang meminta adanya pemilu ulang.

Baca juga: Ada Petisi Minta Pemilu Ulang di Sydney, Ini kata Ketua PPLN Setempat

"Besok kami perkirakan akan ada sekitar 100 teman-teman yang akan datang," kata relawan The Rock Sydney, Erwin Prayudhi, kepada Kompas.com Senin (15/4/2019).

Sebagai catatan, sejak meluncur Minggu (14/4/2019), petisi daring yang mendesak pemilu ulang sudah mencapai lebih dari 27.000 dukungan.

Sebelumnya, ratusan WNI di Sydney, Australia masih dirundung perasaan kecewa. Pasalnya ratusan WNI dipaksa berstatus golput lantaran tidak diberikan kesempatan untuk mencoblos.

Kekecewaan massa yang tidak dapat mencoblos ditumpahkan di sosial media terkait pencoblosan yang dilaksanakan pada Sabtu pekan lalu (13/4/2019) mulai pukul 08.00 waktu setempat.

WNI juga banyak yang mengeluh perihal pelaksanaan pemilu di Sydney di grup Facebook The Rock yang beranggotakan WNI yang tinggal di Australia.

Bahkan, saat ini lebih dari 3.000 WNI dikabarkan sudah menandatangani petisi untuk mendesak pemilu ulang di Sydney. Ratusan orang yang "dipaksa" berstatus golput ini berstatus daftar pemilih khusus (DPK).

Saat dikonfirmasi, Ketua PPLN Sydney Heranudin menyatakan pihaknya menyerahkan keputusan kepada Panwaslu Pusat.

"Jika Panwaslu merekomendasikan, kami siap," ujar dia. Dia menjelaskan jika memang harus diadakan pencoblosan ulang, maka dibutuhkan waktu karena persiapan logistik.

Dia menuturkan adanya kendala mencoblos di Sydney disebabkan membludaknya Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) dalam satu jam terakhir, yakni pukul 17.00-18.00 waktu lokal.

Dia mengatakan sebenarnya pihaknya sudah mengantisipasi kepadatan pencoblosan dengan memperhitungkan sekitar 2,000 DPKLN yang sudah mendaftar daring.

Maupun DPKLN yang tidak mendaftar online. Untuk yang tidak mendaftar daring, Heranudin berujar saat itu PPLN memprediksi ada sekitar 1.000 orang.

Namun, nyatanya ada lebih dari 1.000 orang yang memadati Town Hall Sydney. "Mereka ke sana karena Town berada di pusat kota sehingga bisa dijangkau," tuturnya.

Baca juga: Tak Bisa Mencoblos, Ribuan WNI di Sydney Tanda Tangani Petisi Pemilu Ulang




Close Ads X