Shamima Dapat Bantuan Hukum untuk Perjuangkan Kewarganegaraannya

Kompas.com - 15/04/2019, 15:49 WIB
Shamima Begum. Remaja 19 tahun asal Inggris yang kabur demi bisa bergabung dengan ISIS pada 2015.BBC via Daily Mirror Shamima Begum. Remaja 19 tahun asal Inggris yang kabur demi bisa bergabung dengan ISIS pada 2015.

LONDON, KOMPAS.com - Pengantin ISIS asal Inggris, Shamima Begum disebut telah memperoleh bantuan hukum untuk memperjuangkan kewarganegaraannya yang dicabut pemerintah Inggris.

Pihak keluarga Shamima dilaporkan telah menyewa pengacara Gareth Peirce, yang sebelumnya sempat membela ulama radikal, Abu Qatada.

Dilansir Daily Mail, Shamima telah memperoleh pendanaan dari pajak untuk mengajukan banding terhadap keputusan Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, yang telah mencabut kewarganegaraan Inggris miliknya.

Badan Bantuan Hukum Inggris disebut setuju memberikan dana kepada pengacara yang diamanatkan oleh keluarga Shamima, di Bethnal Green, London timur.


Dengan demikian, kini kasus Shamima akan disidangkan oleh Komisi Banding Imigrasi Khusus, meski Shamima tidak akan dihadirkan selama berlangsungnya sidang, karena dia saat ini sedang tidak memiliki hak untuk masuk ke Inggris.

Baca juga: Shamima Begum: Saya Dicuci Otak oleh ISIS

Namun sebuah klaim yang muncul pada Minggu (14/4/2019) malam, menyebut Shamima bertugas menjahit rompi bahan peledak bagi pelaku pembom bunuh diri dan merekrut perempuan muda untuk bergabung.

Hal itu pun mengundang kritikan dari pihak parlemen terhadap keputusan Badan Bantuan Hukum Inggris yang ingin mendanai banding Shamima.

Klaim tersebut berbeda dengan pengakuan Shamima, yang menyebut dirinya hanya menjadi ibu rumah tangga dan istri dari seorang anggota asing ISIS asal Belanda.

Shamima yang melarikan diri dari London untuk bergabung dengan ISIS pada 2015 memiliki tiga anak namun semuanya telah meninggal.

Anak ketiganya, yang lahir saat Shamima berada di kamp pengungsian, meninggal akibat infeksi paru belum lama ini.

Philip Davies, anggota parlemen dari partai konservatif, menyebut penyediaan dana untuk bantuan hukum bagi seseorang yang bergabung dengan kelompok teroris sebagai hal yang "menjijikkan".

Anggota parlemen lainnya, Tim Loughton, menambahkan bahwa Shamima telah "berbohong" dan "bertindak sebagai korban".

Dilansir Daily Mail, Shamima sendiri belum mengajukan permohonan bantuan hukum dan tidak pernah menginstruksikan pengacara.

Sementara menurut The Telegraph, keluarga Shamima telah mengajukan peninjauan kembali atas keputusan Menteri Dalam Negeri dan Peirce telah mengambil alih tugas Tasnime Akunjee, pengacara yang bekerja secara pro bono untuk keluarga Begum.

Surat kabar tersebut juga mengutip perkataan Akunjee yang menyebut Peirce telah mendapat kontrak bantuan hukum untuk membela Shamima.

Baca juga: Minta Kesempatan Kedua, Pengantin ISIS Shamima Menyesal Punya Anak di Suriah

Seorang juru bicara Badan Bantuan Hukum Inggris mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengomentari kasus-kasus individual, namun mengatakan, "siapa pun yang mengajukan bantuan hukum dalam kasus Komisi Banding Imigrasi Khusus harus melalui tes kelayakan yang ketat".

Sementara juru bicara Departemen Dalam Negeri Inggris menyebut menteri memiliki kewenangan untuk mencabut kewarganegaraan seseorang demi melindungi negara dan selama keputusan itu tidak membuat orang itu menjadi tanpa kewarganegaraan.

"Kami tidak mengomentari kasus-kasus individual, tetapi setiap keputusan untuk mencabut kewarganegaraan individu telah didasarkan pada semua bukti yang tersedia dan tidak bisa dianggap enteng," ujar juru bicara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X