CEO Huawei: Trump adalah Presiden Hebat, Tapi Punya Kekurangan

Kompas.com - 15/04/2019, 15:15 WIB
Presiden AS Donald Trump saat mengunjungi perbatasan selatan di California yang berseberangan dengan Meksiko, Jumat (5/4/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump saat mengunjungi perbatasan selatan di California yang berseberangan dengan Meksiko, Jumat (5/4/2019).

SHENZHEN, KOMPAS.com - Meski terlibat perselisihan dengan AS akibat penangkapan putrinya di Kanada, CEO Huawei Ren Zhenfei tetap memuji Presiden Donald Trump.

Dia mengatakan, Trump merupakan presiden yang hebat tetapi memiliki kekurangan terkait kebijakan untuk mendorong perekonomian "Negeri Paman Sam".

Dalam wawancara dengan CNBC, Minggu (14/4/2019), Ren memuji kebijakan pemotongan pajak oleh Trump karena dapat membantu perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan pasar saham.

Baca juga: Bakal Diekstradisi ke AS, Petinggi Huawei Tuntut Kanada

Tapi di sisi lain, sang presiden dinilai memiliki taktik yang dapat melukai investasi asing di AS.

"Jika Presiden Trump terus mengintimidasi negara dan perusahaan lain, dan terus menahan orang secara acak, siapa yang akan mengambil risiko berinvestasi di AS," katanya.

"Jika tidak ada yang berani investasi di AS, bagaimana dapat menebus pendapat pajak yang hilang? Pemerintah akan kesulitan menghadapi defisitnya," ujarnya.

Ren menilai, Trump harus lebih bersahabat dengan negara lain setelah melakukan kebijakan pemotongan pajak.

Pria berusia 74 tahun itu tidak secara khusus mengidentifikasi negara atau perusahaan tertentu yang diintimidasi oleh Trump.

Ayah dari petinggi Huawei Meng Wanzhou yang ditangkap Kanada pada tahun lalu ini juga tidak menjelaskan siapa orang yang dimaksudnya telah ditahan Trump.

Seperti diketahui, Meng melalui kuasa hukumnya memutuskan untuk mengajukan gugatan hukum kepada Kanada.

Langkah itu diambil setelah Kanada memulai proses ekstradisi Chief Financial Officer Huawei itu ke AS yang membuat geram China.

Baca juga: Trump: Saya Tidak Tahu Apa Pun soal WikiLeaks

Meng ditangkap di Vancouver atas permintaan AS pada 1 Desember 2018 ketika tengah menempuh penerbangan lanjutan.

Terkait Trump, Ren mengaku akan menyambut dengan senang hati kehadiran presiden AS itu dan pejabatnya apabila mengunjungi perusahaannya di Shenzhen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X