Kompas.com - 15/04/2019, 14:40 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Seorang pria yang menjadi pengendara ojek di Thailand meminta pengadilan memberikannya hukuman mati setelah dia membunuh putri tirinya.

Phumjai Leungthong berhasil selamat setelah berniat bunuh diri dengan meminum racun di kawasan hutan dekat perhentian bus Distrik Bang Kapi pada 13 April.

Baca juga: Prarekonstruksi Penganiayaan Anak Tiri, Pelaku Peragakan 20 Adegan

Diwartakan Asia One Senin (15/4/2019), kepada polisi Leungthong mengaku dua hari sebelumnya telah membunuh anak tiri yang bernama Nanchaya Chanthamokha.

Leungthong memukul perempuan 29 tahun itu setelah marah dan cemburu. Nanchaya dianggap bertanggung jawab atas kepergian istrinya ke Provinsi Amnat Charoen.

Pria 59 tahun itu membunuh Nanchaya menggunakan palu hingga bengkok. Nanchaya tewas dengan luka di bagian kepala dan dada, dan tengah hamil tujuh bulan.

Kepada polisi, Leungthong mengaku cintanya kepada sang istri membuatnya tegas membunuh putri tirinya sendiri dan lupa jika si anak tengah hamil tua, dan menyesali perbuatannya.

"Saya yakin ucapan saya tak akan berpengaruh kepada keluarga korban. Jadi saya mohon maafkan saya. Saya siap jika dihukum mati," kata Leungthong.

Pada Minggu pagi waktu setempat (14/4/2019), polisi berniat melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan di Kantor Polisi Kannayao untuk melindungi Leungthong.

Namun Kolonel Polisi Sing Singadech berkata, rekonstruksi itu urung dilakukan karena di kantor hadir Thanawat Kaewkhamsorn yang notabene adalah suami Nanchaya.

"Mengapa kau membunuhnya?! teriak Kaewkhamsorn ketika Leungthong menunjukkan rasa hormat untuk meminta maaf. Kaewkhamsorn bahkan berusaha memukul si mertua sebelum dihentikan polisi.

Leungthong bakal diawasi ketat karena berpotensi melakukan bunuh diri bakal dihadirkan di persidangan di Pengadilan Min Buri pada Senin ini.

Baca juga: Pernyataan Berubah-ubah, Pembunuh Anak Tiri di Depok Jalani Pemeriksaan Psikologi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Asia One
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.