Presiden Ekuador Tuduh Julian Assange Pakai Kedutaan untuk Kegiatan Mata-mata

Kompas.com - 15/04/2019, 12:23 WIB
Pendiri situs WikiLeaks Julian Assange bermain skateboard di dalam Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, di mana berstatus pengungsi pada 2012 sebelum ditangkap Kamis pekan lalu (11/4/2019). El Pais via Sky NewsPendiri situs WikiLeaks Julian Assange bermain skateboard di dalam Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, di mana berstatus pengungsi pada 2012 sebelum ditangkap Kamis pekan lalu (11/4/2019).

QUITO, KOMPAS.com — Presiden Ekuador Lenin Moreno menyebut pendiri WikiLeaks Julian Assange menggunakan kedutaan besar di London, Inggris, untuk melakukan kegiatan spionase.

Ucapan Moreno itu muncul setelah dia mencabut status suaka dan kewarganegaraan Assange yang membuat polisi London bisa memasuki kedubes dan menangkapnya pekan lalu.

Baca juga: Terungkap, Begini Kehidupan Julian Assange Selama di Kedubes Ekuador

Kepada The Guardian dilansir BBC Minggu 914/4/2019), Moreno menjabarkan bahwa saat era Presiden Rafael Correa, Kedubes Ekuador diperlengkapi dengan peralatan canggih.


Tujuannya adalah mencegah "gangguan" dari negara lain. Namun, Moreno menjelaskan bahwa Assange melakukan pelanggaran dengan melakukan kegiatan mata-mata.

"Kami tidak bisa membiarkan rumah kami, rumah yang pintunya terbuka lebar, menjadi sarang mata-mata," kata Moreno yang terpilih pada 2017 seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan itu senada dengan laporan harian Spanyol El Pais bahwa Assange mulai bertingkah mencurigakan ketika pertama kali masuk ke kedubes pada 2012.

Saat itu, Assange meminta izin untuk melihat siapa orang yang selalu melempar benda ke jendelanya menggunakan peralatan perekam, dengan staf diplomatik mengizinkan.

Namun, setelah itu Assange mulai menggunakan peralatan rahasia lain di tempat yang diebut "Batcave" dan sempat dicegah seorang penjaga kedubes yang melihatnya.

Kemudian pada November 2014 ada laporan yang ditulis kepada Duta Besar Ekuador untuk Inggris saat itu, Juan Falconi, mengenai sebuah koper yang ditemukan.

Koper itu berisi peralatan penyadap di mana dia curiga Assange berusaha mencari tahu informasi penting yang didapat staf diplomatik dan menurunkan kepercayaan kedubes.

"Dia berupaya mendapatkan informasi khusus yang bisa dipakai mempertahankan statusnya di kedutaan. Dalam hal ini, dia melanggar kepercayaan duta besar," demikian isi laporan itu.

Moreno membantah keputusan mencabut suaka Assange merupakan tekanan Amerika Serikat (AS). "Kami bertindak atas nama hukum internasional," katanya.

Assange menjadi orang paling dicari AS karena dianggap bertanggung jawab atas bocornya 250.000 kabel diplomatik terkait peran Washington di Irak dan Afghanistan.

Baca juga: Ayah Julian Assange Minta agar Putranya Dipulangkan ke Australia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,El Pais,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X