“Siapa Pun Presiden Indonesia, Kita Semua Harus Tetap Bersatu”

Kompas.com - 14/04/2019, 08:24 WIB
Suasana pemungutan suara dalam Pemilihan Umum 2019 yang berlangsung di KBRI Lisbon, Portugal, Sabtu (13/4/2019). DOKUMENTASI KBRI LISBONSuasana pemungutan suara dalam Pemilihan Umum 2019 yang berlangsung di KBRI Lisbon, Portugal, Sabtu (13/4/2019).

KOMPAS.com - Warga Negara Indonesia berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Luar Negeri di kantor KBRI Lisbon, Portugal, Sabtu pagi (13/4/2019).

Seperti WNI di banyak kota lain di dunia, mereka pun datang ke KBRI untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum 2019.

Antusiasme terlihat dari wajah-wajah 70 WNI yang hadir di TPS. Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Portugal tercatat ada 232 WNI.

Selain di KBRI, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Portugal juga menyelenggarakan pemungutan suara dengan Kotak Suara Keliling (KSK) di Kota Póvoa de Varzim.

Lokasi itu sekitar empat jam perjalanan darat dari Lisbon.

Baca juga: Rela Bangun Subuh dan Tembus Hujan demi Nyoblos di New York...

Tidak hanya itu, WNI di Portugal juga dimudahkan dengan fasilitas untuk mencoblos melalui pos jika tidak dapat hadir di TPS ataupun KSK.

Salah satu WNI yang memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum 2019, di KBRI Lisbon, Sabtu (13/4/2019).DOKUMENTASI KBRI LISBON Salah satu WNI yang memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum 2019, di KBRI Lisbon, Sabtu (13/4/2019).

“Siapa pun Presiden Indonesia, kita semua harus tetap bersatu,” ujar Noor Jannah, WNI yang telah tinggal di Portugal selama 33 tahun.

Bagi wanita yang tinggal di Kota Algarve ini, hasil Pemilu diharapkan dapat memajukan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Untuk harapannya itu, Noor Jannah rela menempuh perjalanan sekitar tiga jam, demi dapat memberikan hak pilihnya di TPLN Lisbon.

Lain lagi dengan Bartholomeus Leon Santoso, pelajar sekolah pilot di Kota Ponte de Sor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X