Hari Ini dalam Sejarah: Satelit Navigasi Pertama di Dunia Diluncurkan

Kompas.com - 13/04/2019, 17:22 WIB
Satelit navigasi Transit 1Bspace.skyrocket Satelit navigasi Transit 1B

KOMPAS.com - Sistem navigasi yang ada saat ini sangat membantu kita dalam mencapai suatu titik tujuan, bahkan daerah yang belum didatangi sebelumnya.

Teknologi saat ini memang memudahkan, sebab navigasi sudah disematkan dalam bentuk aplikasi pada smartphone.

Penggunaan aplikasi navigasi tak akan secanggih ini jika Amerika Serikat tak meluncurkan satelit navigasi pertama di dunia pada 59 tahun yang lalu, tepatnya 13 April 1960.

Dilansir dari Britannica, satelit ini bernama "Transit 1-B" yang merupakan bagian dari Proyek Transit.

Penggunaan satelit ini untuk memberikan navigasi dalam segala cuaca yang akurat untuk kapal-kapal laut (terutama kapal selam) dan pesawat.

Satelit ini diluncurkan dengan roket Thor-Able-Star dari Cape Canaveral, Florida AS pada pukul 12.00 waktu setempat dan ditempatkan pada orbit sekitar Kutub Utara.

Transit 1-B hanya memiliki rentang hidup beberapa bulan saja. Akhirnya, tiga model Transit lain dilengkapi dengan tenaga nuklir diluncurkan setelah ini.

Seiring berkembangnya teknologi, Transit akhirnya diganti sebagai alat Global Positioning System (GPS) dengan spesifikasi navigasi yang lebih akurat dan modern.

Satelit ini kemudian menjadi sistem pemantau Angkatan Laut AS dalam mempelajari atmosfer bagian atas Bumi.

Baca juga: Kisah Sputnik 1, Satelit Pertama Dunia yang Meluncur ke Angkasa

Pengembangan awal

Pengembangan satelit navigasi berawal dari keberhasilan satelit Sputnik pada 1957 yang diluncurkan Uni Soviet. Setelah satelit itu berhasil mencapai orbit, pihak Amerika Serikat ingin pengembangan satelit dengan fungsi lain.

Pada 1958, Frank T McClure terinspirasi oleh program navigasi William H Guier dan George C Weiffenbach dari Laboratorium Fisika John Hopkins, dan mengusulkan satelit navigasi kepada Angkatan Laut AS.

Mereka membuat proyek yang bernama Transit untuk digunakan oleh armada kapal selam pembawa rudal milik Angkatan Laut Amerika Serikat untuk meningkatkan akurasi navigasi global.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X