Penemuan dan Percobaan Mesin Turbojet untuk Kali Pertama...

Kompas.com - 12/04/2019, 16:06 WIB
Percobaan mesin turbo jet oleh  Frank WhittleDailymail Percobaan mesin turbo jet oleh Frank Whittle

KOMPAS.com - Pesawat terbang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Apalagi, setelah Orville dan Wilbur Wright atau Wright Bersaudara berhasil menerbangkan pesawat untuk kali pertama.

Salah satu perkembangan era aviasi modern ditandai dengan hadirnya mesin turbojet. Awalnya, mesin turbojet dibuat untuk menjawab kebutuhan penerbangan yang lebih cepat.

Seorang perwira Angkatan Udara Inggris bernama Frank Whittle mengawali ini semua. Berbekal pengalaman dan ilmunya, dia mencoba merakit mesin yang sekarang banyak diaplikasikan oleh beberapa pesawat dunia.

Anggota Royal Air Force (RAF) atau Angkatan Udara Inggris berhasil menguji coba penemuan mesin turbojet pada 12 April 1937 di sebuah pabrik kecil di Rugby, Warwickshire, Inggris.

Dilansir dari The Telegraph, pada pengujian di Rugby pada bulan April tahun itu, sebuah mesin menderu sekeras sirene serangan udara.

Keberhasilan ini menjadi ironi, karena penemuan itu diragukan pemerintah. Namun, pada akhirnya penemuan itu digunakan dalam pesawat terbang ketika Perang Dunia II pecah. Mesin turbojet membantu pesawat untuk terbang lebih cepat dan memangkas waktu perjalanan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penerbangan Pertama Trans-Atlantik dari Timur ke Barat

Dianggap ide gila

Mesin jet yang dikembangkan Frank WhittleDailymail Mesin jet yang dikembangkan Frank Whittle

Frank Whittle merupakan putra seorang mekanik yang tertarik dengan penerbangan. Seiring bertambahnya usia, dia bertekad masuk Royal Air Force (RAF) Inggris.

Ia lulus akademik, namun gagal dalam tes fisik. Namun, setelah melalui diet ketat akhirnya dia diterima di RAF Cranwell pada 1923.

Karena bakat akademis, ia direkomendasikan untuk menjadi seorang taruna yang harus menuliskan laporan ilmiah setiap enam bulan.

Dilansir dari Daily Mail, pada saat itulah dia akhirnya terobsesi dengan masa depan penerbangan, terutama gagasan mesin jet yang bisa terbang pada ketinggian dan kecepatan tak terduga.

Ketika itu, pesawat menggunakan baling-baling. Akan tetapi, Whittle mengembangkan mesin jet yang mampu menyedot udara dan mengeluarkan tenaga dari belakang pesawat.

Whittle percaya kalau idenya adalah masa depan penerbangan dan akan mendorong pesawat terbang sekitar 300-800 kilometer per jam.

Ide ini dinilai gila oleh dosennya. Bahkan ketika dikirimkan ke Kementerian Udara pada 1929, mereka menolak dan dinilai tak praktis.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X