Umat Muslim Christchurch Masih Dibayangi Ketakutan dan Kilas Balik Aksi Teror

Kompas.com - 12/04/2019, 15:24 WIB
Warga Muslim Christchurch melakukan ibadah shalat berjemaah di masjid Linwood, yang sempat menjadi lokasi insiden penembakan massal, pada 15 Maret 2019 lalu. AFP / ANTHONY WALLACEWarga Muslim Christchurch melakukan ibadah shalat berjemaah di masjid Linwood, yang sempat menjadi lokasi insiden penembakan massal, pada 15 Maret 2019 lalu.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com — Empat pekan pascatragedi penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, komunitas Muslim setempat masih berjuang untuk melawan trauma dan rasa takut.

Masjid Al Noor dan masjid Linwood yang kembali dibuka untuk ibadah dan kegiatan keagamaan lain kini masih terlihat sepi, termasuk saat shalat Jumat pada Jumat (12/4/2019).

"Mereka masih sangat ketakutan. Biasanya kami mengharapkan sekitar 100 jemaah yang datang saat shalat Jumat, tapi sekarang hanya sekitar 30 orang," ujar Ibrahim Abdelhalim, imam masjid Linwood kepada AFP.

Abdelhalim menambahkan, banyak jemaah yang sebenarnya ingin kembali mengikuti shalat di masjid, tetapi mereka mengaku masih kerap mengalami kilas balik.

Baca juga: Video Teror Christchurch, Dewan Muslim Perancis Gugat Facebook dan YouTube

"Banyak jemaah yang ingin kembali ke masjid masih mengalami kilas balik dan itu tidak baik," ujarnya.

Kepolisian Selandia Baru telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tingkat ancaman nasional masih "tetap tinggi" sebulan pascapenembakan meski pelaku yang diduga bertindak seorang diri telah ditahan.

Kecemasan akan tingkat keamanan tersebut juga berdampak pada lokasi yang akan menggelar perayaan Hari Anzac, peringatan nasional untuk warga Selandia Baru dan Australia yang bertugas dalam perang dan operasi menjaga perdamaian.

"Di Auckland, misalnya, hanya 26 tempat yang menggelar peringatan Hari Anzac tahun ini. Jumlah itu menurun drastis dibandingkan tahun lalu yang hampir mencapai 90 lokasi."

"Tapi hal itu justru lebih baik karena akan memudahkan petugas polisi dalam menjaga keamanan publik," ujar Komandan Polisi Auckland Karyn Malthus.

Meski demikian, ditambahkan Karyn, tidak ada informasi tentang ancaman khusus terhadap perayaan Anzac Day yang akan diperingati pada 25 April.

Aksi teror yang dilakukan seorang pria bersenjata berusia 28 tahun terjadi di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret.

Pelaku teror melepaskan tembakan ke arah jemaah ibadah shalat Jumat yang digelar di masjid Al Noor dan Linwood, menewaskan total 50 orang dan melukai puluhan lainnya.

Tersangka pelaku telah ditahan dan menghadapi 50 tuduhan pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan.

Baca juga: Hasil Penyelidikan Penembakan Masjid Selandia Baru Bakal Dilaporkan pada Akhir Tahun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X