Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/04/2019, 07:01 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Dua orang peramal di Korea Utara (Korut) dilaporkan ditembak mati dalam sebuah eksekusi yang dihadiri oleh masyarakat.

Ribuan orang diminta untuk hadir dalam acara eksekusi publik yang berlangsung di kota kawasan utara Chongjin pada Maret lalu.

Baca juga: Jumlah Eksekusi Mati di Dunia Capai Titik Terendah dalam Satu Dekade

Diwartakan Radio Free Asia via Daily Mirror Kamis (11/4/2019), awalnya ada seorang perempuan yang membentuk kelompok bernama Seven Star Group.

Perempuan itu mengklaim dua orang anak yang berusia tiga dan lima tahun bisa memanggil roh dan memberitahukan masa depan kepada orang yang tertarik.

Sumber internal mengatakan, eksekusi itu merupakan bentuk pengendalian "ketertiban sosial" karena ketenaran peramal itu sudah meluas.

"Bahkan para pejabat tinggi dan keluarganya sering mengunjungi peramal itu untuk minta pendapat soal pernikahan atau kesepakatan bisnis," kata sumber itu.

Selain eksekusi terhadap dua peramal, perempuan yang diyakini sebagai koordinator kelompok itu dilaporkan dipenjara seumur hidup.

"Begitu peramal itu dijatuhi hukuman mati, ribuan orang mulai dari mahasiswa, buruh pabrik, hingga ibu rumah tangga dipaksa melihat eksekusi," lanjut sumber.

Melalui eksekusi tersebut, kata si sumber, pemerintah ingin menekankan supaya para pejabat Korut berhenti bergantung kepada takhayul.

Sumber kedua di Provinsi Hamgyong Utara berkata, Komite Pusat Partai Buruh ingin melenyapkan segala bentuk anti-sosialis di negaranya.

"Orang-orang takut mereka bakal mati kelaparan jika mengikuti hukum. Karena itu, praktik ilegal seperti peramal mulai umum dijumpai," tambah dia.

Baca juga: Eksekusi Mati Tuti Tanpa Notifikasi, Pemerintah Arab Saudi Dinilai Langgar Hukum Internasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.