Taliban Larang Palang Merah dan WHO Beroperasi di Afghanistan

Kompas.com - 11/04/2019, 22:18 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

KABUL, KOMPAS.com - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan mereka telah menghentikan misi kemanusiaan mereka di Afghanistan.

Penyebabnya, kelompok Taliban telah mengeluarkan larangan bagi Palang Merah serta Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) untuk beroperasi di sana.

Baca juga: Menang Kontes Menyanyi di Afghanistan, Wanita Ini Ingin Lawan Taliban dengan Musik

Berdasarkan keterangan dari Taliban dikutip AFP Kamis (11/4/2019), ICRC dianggap tidak melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat.

Kelompok yang menguasai setengah Afghanistan itu juga menuduh WHO melakukan tindakan "mencurigakan" ketika melaksanakan kampanye vaksinasi.

Sebagai hasilnya, Taliban memutuskan melarang kegiatan dua organisasi itu hingga waktu yang tidak ditentukan. "Jika mereka nekat, kami tak menjamin keselamatan mereka," imbuhnya.

Juru bicara ICRC Robin Waudo mengatakan, mereka sudah menunda kegiatan mereka di negara konflik tersebut di mana akses kesehatan di pedesaan masih sedikit.

"Kami telah memperoleh informasi ini dan sudah menghentikan kegiatan karena jaminan keamanan yang diberikan sudah ditarik," kata Waudo.

Dia menjelaskan, Palang Merah tengah dalam proses menghubungi Taliban untuk meminta dialog guna mencari solusi atas larangan itu.

Agustus tahun lalu, Taliban sempat membatalkan "perjanjian keamanan" dengan Palang Merah yang membuat organisasi tersebut tak bisa beraktivitas.

Dalam klaim Taliban, Palang Merah baru melanjutkan misi kemanusiaan mereka pada Oktober 2018 setelah dilakukan pembicaraan yang intens.

WHO masih mempertimbangkan Afghanistan, Pakistan, hingga Nigeria sebagai negara rawan polio meski kasusnya berkurang 99 persen sejak 1988.

Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi Disebut Usulkan Operasi Pembunuhan Pemimpin Taliban



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X