Julian Assange, Tokoh Keterbukaan atau Musuh Negara?

Kompas.com - 11/04/2019, 18:31 WIB
Dalam foto yang diambil pada 19 Mei 2017 ini terlihat pendiri Wikileaks Julian Assange berbicara kepada jurnalis di balkon Kedubes Ekuador di London. AFP/ADRIAN DENNISDalam foto yang diambil pada 19 Mei 2017 ini terlihat pendiri Wikileaks Julian Assange berbicara kepada jurnalis di balkon Kedubes Ekuador di London.
|

LONDON, KOMPAS.com - Seorang tokoh heroik yang mengkampanyekan keterbukaan atau musuh Amerika Serikat yang berusaha menghindari hukum?

Setelah satu dekade menjadi pusat perhatian, tetap saja pendiri Wikileaks Julian Assange tetap menjadi sosok yang terpolarisasi.

Pria Australia berusia 47 tahun itu, Kamis (11/4/2019), ditahan kepolisian Inggris di Kedutaan Besar Ekuador di London.

Baca juga: Cabut Suaka Julian Assange, Presiden Ekuador Disebut Pengkhianat

Assange bersembunyi di tempat itu sejak 2012 hingga pemerintah Ekuador mencabut statusnya sebagai pencari suaka.

Assange tinggal di sebuah apartemen kecil di gedung kedutaan tempatnya mencari perlindungan dari kejaran hukum.

Dia menghadapi investigasi kasus dugaan serangan seksual dan pemerkosaan di Swedia, tuduhan yang kemudian dicabut.

Dia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya berlatar belakang politik dan khawatir dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Assange dikenal sebagai tokoh utama Wikileaks situs "whistleblower" yang kerap membuka rahasia berbagai negara di dunia.

Dia dipuja para aktivis transparansi dan anti-perang karena mengungkap kmematian warga sipil, penyiksaan, dan operasi militer rahasia dengan merilisi 500.000 dokumen terkait peran AS di perang Irak dan Afghanistan.

Namun, pemerintah Amerika Serikat menuduh Assange membahayakan nyawa banyak orang dengan mengungkap informasi tentang sumber, teknik intelijen, dan infrastruktur kunci.

Lahir di Townsville, Queensland, Australia pada 1971, Assange memiliki masa kecil yang "nomaden" karena berpindah 37 sekolah sebelum menetap di Melbourne.

Baca juga: Pendiri Situs WikiLeaks Julian Assange Ditangkap Polisi Inggris

Saat remaja, Assange menyadari bakatnya dalam meretas komputer. Dan meski dia mengaku bersalah dalam 25 kasus peretasan, Assange hanya dijatuhi hukuman denda.

Dia mendirikan Wikileaks pada 2006 dengan sejumlah aktivis dan pakar IT untuk menyediakan tempat aman bagi para "whistleblower" untuk membocorkan informasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X