Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/04/2019, 16:56 WIB

Beberapa menit setelahnya, Lovell melihat ke luar dari jendela kiri dan melihat pesawat angkasa itu mengeluarkan gas, yang ternyata adalah oksigen di command’s module (CM) atau modul pengendali.

Pendaratan di Bulan pun dibatalkan. Modul pengendali kehilangan banyak tekanan, sel-sel bahan bakar pesawat luar angkasa ini pun ikut mati.

Satu jam setelah ledakan, pengontrol misi menginstruksikan para kru untuk berpindah ke modul pendaratan yang memiliki persediaan oksigen mencukupi. Mereka diminta memanfaatkannya sebagai alat penyelamat darurat.

Setelah itu, modul pengendali dinonaktifkan, namun harus dibawa kembali ke Bumi.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: AS Perkenalkan Mercury Seven, Para Astronot Pertamanya

Keberadaan modul pendaratan memang diciptakan untuk mengangkut kembali para astronot yang mengorbit ke Bulan untuk kembali ke Bumi. Kapasitas pembangkit energi yang ada di dalam modul pendaratan dirancang dapat bertahan selama 45 jam.

Jika menginginkan awak Apollo 13 berhasil kembali ke Bumi dalam keadaan hidup, berarti modul setidaknya harus menyediakan oksigen selama 90 jam untuk tiga orang kru yang ada di dalamnya.

Terjadinya letusan tangki oksigen di badan pesawat, menjadi tantangan baru yang tidak mudah bagi para kru di Bumi. Mereka harus mencari cara bagaimana Apollo 13 bisa membawa kembali para kru ke Bumi dalam keadaan hidup dan selamat.

Untuk menempuh perjalanan panjang ini, modul pendaratan membutuhkan energi dan air pendingin, keduanya harus diupayakan sendiri oleh para awak yang ada di dalamnya.

Mereka akan mengalami suhu kabin yang begitu dingin, beberapa derajat di atas titik beku. Penghapusan karbon dioksida juga menjadi masalah di sini, karena tabung litium hidroksida dari modul pengendali tidak sesuai dengan sistem modul pendaratan.

Baca juga: Wahana Antariksa Soviet Tahun 1972 Diperkirakan Segera Jatuh ke Bumi

Kru di Bumi membuat adaptor dadakan dari bahan yang ada di dalam pesawat, dan yang sedang terjebak di luar angkasa itu berhasil menyalin model yang dibuat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.