Kompas.com - 11/04/2019, 13:30 WIB
Presiden AS Donald Trump saat mengunjungi perbatasan selatan di California yang berseberangan dengan Meksiko, Jumat (5/4/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump saat mengunjungi perbatasan selatan di California yang berseberangan dengan Meksiko, Jumat (5/4/2019).
 WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu mengunggah sebuah video di akun Twitter-nya. Dalam video itu, Trump lagi-lagi menggaungkan kembali slogan andalannya "Make American Great Again".
 
Diwartakan NPR, Rabu (10/4/2019), video tersebut dibuka dengan cuplikan landmark Washington DC, yang kemudian diselingi dengan gambar Barack Obama, Hillary Clinton, dan Bill Clinton.
 
Kemudian ada cuplikan video yang memperlihatkan Trump mengunjungi pabrik, bertemu dengan Kim Jong Un, dengar pendapat Hakim Mahkamah Agung  Brett Kavanaugh, dan klip aktor Rosie O'Donnell, Bryan Cranston dan Amy Schumer dalam kampanye Trump.
 
 
"Pertama, mereka mengabaikan Anda. Kemudian mereka menertawakan Anda. Kemudian mereka menyebut Anda rasis. Donald J Trump. Pilihan Anda. Terbukti semuanya salah. Trump: Kemenangan Besar 2020," demikian tulisan pada video tersebut.
 
Ternyata, video yang diunggah Trump bermasalah karena menggunakan musik untuk soundtrack film Batman: The Dark Knight Rises yang dirilis Warner Bros pada 2012.
 
Menurut pernyataan Warner Bros, sang presiden tidak memakai musik yang dikomposisi oleh Hans Zimmer itu secara resmi.
 
"Kami bekerja melalui saluran hukum yang tepat untuk menghapusnya," demikian pernyataan perusahaan film tersebut.
 
Trump kemudian menghapus unggahan itu. Namun hingga Rabu sore, salinan video masih beredar di YouTube. Setelah diselidiki, video tersebut bukan buatan tim kampanye Trump, melainkan seorang penggemarnya.
 
"Video itu dibuat oleh pendukungnya," kata seorang dari tim kampanye kepada CNN
 
"Kami suka berbagi konten dari para pendukung berat, dan ini hanyalah contoh bagaimana mereka berjuang keras untuk presiden," lanjutnya.
 
Ini bukan pertama kalinya Trump bermasalah terkait hak cipta atas penggunaan musik dan dikecam oleh pemiliknya.
 
BBC mencatat pada Oktober lalu,  Pharrell Williams dan Prince menuntut agar  Trump berhenti menggunakan musik dari para penyanyi di acara-acara politik.
 
 
Rihanna juga pernah menyurati  Trump  setelah dia menggunakan lagunya Don't Stop the Music di acara-acara politik.
 
Steve Tyler dari Aerosmith juga mengeluh ketika presiden memainkan lagu andalan mereka, Living 'On The Edge.



Sumber BBC,NPR
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X