Kompas.com - 11/04/2019, 13:30 WIB
 WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu mengunggah sebuah video di akun Twitter-nya. Dalam video itu, Trump lagi-lagi menggaungkan kembali slogan andalannya "Make American Great Again".
 
Diwartakan NPR, Rabu (10/4/2019), video tersebut dibuka dengan cuplikan landmark Washington DC, yang kemudian diselingi dengan gambar Barack Obama, Hillary Clinton, dan Bill Clinton.
 
Kemudian ada cuplikan video yang memperlihatkan Trump mengunjungi pabrik, bertemu dengan Kim Jong Un, dengar pendapat Hakim Mahkamah Agung  Brett Kavanaugh, dan klip aktor Rosie O'Donnell, Bryan Cranston dan Amy Schumer dalam kampanye Trump.
 
 
"Pertama, mereka mengabaikan Anda. Kemudian mereka menertawakan Anda. Kemudian mereka menyebut Anda rasis. Donald J Trump. Pilihan Anda. Terbukti semuanya salah. Trump: Kemenangan Besar 2020," demikian tulisan pada video tersebut.
 
Ternyata, video yang diunggah Trump bermasalah karena menggunakan musik untuk soundtrack film Batman: The Dark Knight Rises yang dirilis Warner Bros pada 2012.
 
Menurut pernyataan Warner Bros, sang presiden tidak memakai musik yang dikomposisi oleh Hans Zimmer itu secara resmi.
 
"Kami bekerja melalui saluran hukum yang tepat untuk menghapusnya," demikian pernyataan perusahaan film tersebut.
 
Trump kemudian menghapus unggahan itu. Namun hingga Rabu sore, salinan video masih beredar di YouTube. Setelah diselidiki, video tersebut bukan buatan tim kampanye Trump, melainkan seorang penggemarnya.
 
"Video itu dibuat oleh pendukungnya," kata seorang dari tim kampanye kepada CNN
 
"Kami suka berbagi konten dari para pendukung berat, dan ini hanyalah contoh bagaimana mereka berjuang keras untuk presiden," lanjutnya.
 
Ini bukan pertama kalinya Trump bermasalah terkait hak cipta atas penggunaan musik dan dikecam oleh pemiliknya.
 
BBC mencatat pada Oktober lalu,  Pharrell Williams dan Prince menuntut agar  Trump berhenti menggunakan musik dari para penyanyi di acara-acara politik.
 
 
Rihanna juga pernah menyurati  Trump  setelah dia menggunakan lagunya Don't Stop the Music di acara-acara politik.
 
Steve Tyler dari Aerosmith juga mengeluh ketika presiden memainkan lagu andalan mereka, Living 'On The Edge.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC,NPR
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.