Trump: Jika Netanyahu Menang, Peluang Perdamaian Lebih Besar

Kompas.com - 11/04/2019, 10:40 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Meski belum ada pengumuman resmi mengenai hasil pemilu Israel, Presiden Amerika Serikat sudah menyampaikan ucapan selamat kepada Benjamin Netanyahu.

Menurut Trump, jika Netanyahu menang dan kembali terpilih menjadi perdana menteri Israel, hal itu akan membawa kesempatan lebih baik untuk rencana perdamaian Palestina-Israel yang belum diungkapkan AS.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bibi Netanyahu. Fakta bahwa Bibi menang, saya pikir kita akan melihat beberapa tindakan yang cukup baik dalam hal perdamaian," kata Trump, Rabu (10/4/2019), menyebut panggilan akrab perdana menteri Israel.

Baca juga: Partai Sayap Kanan Unggul, Netanyahu Berpeluang Menangi Pemilu Israel

"Semua orang mengatakan kita tidak akan pernah melihat perdamaian di Timur Tengah antara Israel dengan Palestina. Tapi saya pikir kita memiliki kesempatan dan sekarang peluang itu menjadi lebih baik," tambahnya, dikutip AFP.

Hasil perhitungan suara sementara pemilu parlemen Israel yang dilangsungkan Selasa (9/4/2019) lalu kini telah mencapai lebih dari 90 persen.

Hasil sementara menempatkan partai sayap kanan, termasuk Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, unggul dari Aliansi Biru Putih yang mendukung Benny Gantz.

Hal itu membuka peluang lebih besar untuk koalisi partai sayap kanan dalam membentuk pemerintahan dan membuka jalan bagi Netanyahu untuk menjadi pejabat perdana menteri Israel terlama.

Proposal Perdamaian Palestina-Israel dari AS

Banyak pihak kini skeptis dengan rencana perdamaian Palestina-Israel dari AS yang saat ini tengah disusun oleh menantu Trump, Jared Kushner

Selain karena Kushner adalah seorang Yahudi Ortodoks yang memiliki hubungan bisnis dengan Israel, yang menjadikannya kurang dipercaya untuk bertindak sebagai perantara perdamaian Palestina-Israel, dukungan Trump terhadap Netanyahu kian jelas.

Pemerintahan AS di bawah Presiden Trump selama ini telah menunjukkan dukungan yang cukup jelas, termasuk dengan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv, dan yang terbaru, mengumumkan pengakuan kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan.

Baca juga: Siapa Pun Pemenang Pemilu Israel Tetap Jadi Musuh Hamas



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X