Siapa Pun Pemenang Pemilu Israel Tetap Jadi Musuh Hamas

Kompas.com - 11/04/2019, 09:00 WIB
Pendukung partai Likud merayakan pemilihan umum yang digelar di Israel pada Selasa (9/4/2019). AFP / THOMAS COEXPendukung partai Likud merayakan pemilihan umum yang digelar di Israel pada Selasa (9/4/2019).

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Gerakan Islam Palestina, Hamas, menyampaikan tidak akan berhenti melakukan perlawanan terhadap Israel, tanpa mempedulikan siapa yang akan menang dalam pemilu di negara itu.

Rakyat Israel telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilu parlemen pada Selasa (9/4/2019) lalu.

Hasil pemilu tersebut nantinya akan menentukan pemerintahan Israel ke depan, termasuk pejabat perdana menteri.

Pemilu Israel itu sekaligus menjadi persaingan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berpeluang kembali menjabat untuk masa jabatan kelima, dengan penantangnya, Benny Gantz.

Baca juga: Partai Sayap Kanan Unggul, Netanyahu Berpeluang Menangi Pemilu Israel

Namun melalui sebuah pernyataan yang disampaikan Rabu (10/4/2019), Hamas menjanjikan tidak akan berhenti berjuang melawan pendudukan Israel, tak peduli siapa pun yang akan memenangkan pemilu.

"Setiap pemerintahan yang terbentuk nantinya itu adalah pendudukan di atas tanah kami, dan kami harus menghadapinya dengan tekad nasional dan kekompakan."

"Setiap partai Zionis mewakili sisi koin yang sama, yang merupakan bentuk pendudukan," lanjut pernyataan Hamas, dikutip AFP.

Hamas, yang dianggap organisasi teroris oleh AS dan sekutunya, merupakan gerakan Islam yang mengendalikan wilayah Jalur Gaza. Kelompok Hamas telah terlibat peperangan melawan Israel sebanyak tiga kali sejak 2008.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas justru mengharapkan pemilu Israel akan membawa dampak terhadap upaya perdamaian di wilayah itu.

Meski mengaku tidak mendukung salah satu pihak dalam pemilu Israel, Abbas mengharapkan pemilihan tersebut turut membuka jalan akan dialog perdamaian.

"Yang kami harapkan adalah terdapat jalan, sebuah jalan yang benar menuju perdamaian. Kami tidak butuh pemerintah yang tak percaya akan damai," ujar Mahmoud Abbas.

Baca juga: Presiden Palestina Berharap Ada Perdamaian Melalui Pemilu Israel



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X