Kompas.com - 10/04/2019, 21:21 WIB
Putra tertua Jamal Khashoggi, Salah (kiri) berjabat tangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dalam pertemuan keduanya di Istana Kerajaan Saudi, Riyadh, Selasa (23/10/2018). AFP / HANDOUT / SAUDI PRESS AGENCYPutra tertua Jamal Khashoggi, Salah (kiri) berjabat tangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dalam pertemuan keduanya di Istana Kerajaan Saudi, Riyadh, Selasa (23/10/2018).

DUBAI, KOMPAS.com - Keluarga mendiang jurnalis Jamal Khashoggi akhirnya buka suara atas kabar mereka menerima kompensasi dari Arab Saudi.

Semua berawal dari laporan Washington Post pada 1 April bahwa anak-anak Khashoggi menerima ganti rugi atas kasus pembunuhan yang menimpa ayah mereka.

Dalam kicauan di Twitter dikutip AFP Rabu (10/4/2019), putra Khashoggi, Salah, membantah jika dia dan anggota keluarganya telah bersepakat terkait kompensasi.

Baca juga: Rumah Mewah dan Uang Bulanan, Kompensasi untuk Anak-anak Khashoggi

"Saat ini, persidangan tengah berlangsung. Diskusi tentang kompensasi tidak pernah terjadi," Salah dalam unggahan berbahasa Inggris.

Dalam laporan The Post, dua putra dan putri Khashoggi kemungkinan juga akan menerima kompensasi besar, kemungkinan hingga puluhan juta dollar AS per orang.

Kompensasi ini merupakan bagian dari negosiasi "uang darah" yang diharapkan bisa dipenuhi saat pengadilan terhadap tersangka pembunuh Khashoggi selesai beberapa bulan mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemberian rumah mewah dan uang bulanan lebih dari 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 142 juta sebulan untuk tiap anak Khashoggi disetujui Raja Salman akhir tahun lalu.

Sebagai bagian dari kompensasi, setiap anak jurnalis berusia 59 tahun tersebut dilaporkan bakal menerima rumah senilai 4 juta dollar AS, atau Rp 57 milir, di Jeddah.

Salah yang merupakan putra sulung bakal menempati bangunan utama. Dia merupakan satu-satunya anak Khashoggi yang memilih tetap tinggal di Saudi.

Khashoggi, seorang kolumnis The Post dan pengkritik pemerintah Saudi, dilaporkan dibunuh pada 2 Oktober 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Dia diduga dibunuh dan kemudian jenazahnya dimutilasi oleh tim beranggotakan 15 orang yang sengaja dikirim dari Saudi. Hingga kini, keberadaan jenazahnya belum diketahui.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) diduga sebagai sosok yang memerintahkan pembunuhan itu. Namun Riyadh bersikukuh MBS tak melakukannya.

Saudi awalnya juga bersikeras Khashoggi telah meninggalkan konsulat sebelum mengakui sang jurnalis tewas dalam operasi yang liar.

Baca juga: Anggota Tim Pembunuh Khashoggi Pernah Dapat Pelatihan di AS



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X