Buntut Hilang dari Radar, Jepang Kandangkan Seluruh Jet Tempur F-35

Kompas.com - 10/04/2019, 18:46 WIB
Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok) Lockheed Martin/Jerusalem PostJet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok)

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang menyatakan bakal mengandangkan seluruh armada jet tempur F-35 setelah satu unit hilang di perairan Pasifik.

Jet tempur F-35 itu menghilang dari radar 30 menit setelah lepas landas dari Pangkalan Misawa bersama tiga pesawat lain dalam misi penerbangan malam Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Jet Tempur F-35 Jepang Hilang dari Radar di Kawasan Pasifik

Dilaporkan Channel News Asia Rabu (10/4/2019), Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya berkata F-35 itu sempat mengirim sinyal pembatalan sebelum menghilang.

Dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang digelar, tentara Jepang menemukan serpihan F-35 dengan keberadaan si pilot belum diketahui.

Karena itu dalam konferensi pers, Iwaya mengatakan bakal mengandangkan seluruh armada je tempur F-35 yang tersisa hingga waktu yang belum ditentukan.

Jet tempur dengan satu pilot yang berusia kurang dari satu tahun merupakan angkatan pertama yang dikirimkan Amerika Serikat (AS) ke Jepang.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengungkapkan pilot F-35 itu telah mempunyai pengalaman 3.200 jam terbang, termasuk 60 jam dengan jet tempur siluman itu.

Pejabat anonim itu melanjutkan jet tempur tersebut jatuh di perairan Pasifik dengan kedalaman 1.500 meter. Membuat operasi penyelamatan sulit dilaksanakan.

Iwaya menjelaskan, pihaknya bakal bekerja sama dengan militer AS dalam operasi pencarian dan penyelamatan. "Saat ini saya yakin permintaan sedang diproses," papar dia.

Armada pertama berisi 13 unit F-35, termasuk satu yang hilang, dengan per unit dibanderol 10 miliar yen, atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Insiden hilangnya F-35 Jepang terjadi setelah F-35 milik AS jatuh di Pangkalan Korps Marinir Beaufort di Carolina Selatan pada September lalu.

Meski Jepang memutuskan mengandangkan seluruh armada F-35, tidak semua negara bakal mengikuti. Demikian keterangan jurnalis Defense News Mike Yeo.

Kecuali, kata Yeo, terdapat insiden lain dengan kejadian yang sama dengan kecelakaan sebelumnya seperti masalah mekanis dan teknis.

Baca juga: Serpihan Jet Tempur F-35 Jepang Ditemukan, Pilot Masih Hilang



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X