Kompas.com - 10/04/2019, 14:15 WIB

JIAN, KOMPAS.com - China telah membuka gerbang perbatasan baru dengan Korea Utara di kota Ji'an, pada Senin (8/4/2019). Titik perlintasan ini telah dilengkapi pula dengan alat deteksi radiasi.

Perlintasan perbatasan jalan raya baru ini sekaligus melengkapi melengkapi tiga pelabuhan perbatasan dengan Korea Utara yang telah ada sebelumnya.

Disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis di laman pemerintah kota Ji'an, Selasa (9/4/2019), jalan raya perbatasan itu telah dikerjakan dalam jangka waktu tiga tahun terakhir.

"Setelah tiga tahun upaya tanpa henti, jalan raya pelabuhan yang menghubungkan kota Ji'an di China dengan Manpo di Korea Utara ini akhirnya resmi dibuka," tulis pernyataan pemerintah kota, dikutip AFP.

Baca juga: China Tutup Kawasan Industri Kimia Pascaledakan yang Tewaskan 78 Orang

Proyek jalan raya perbatasan ini telah menelan biaya hingga 280 juta yuan (sekitar Rp 590 miliar). Diperkirakan perbatasan baru tersebut bakal dilalui hingga 500.000 ton barang dan 200.000 orang dalam setahun.

Namun adanya sanksi ekonomi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara diyakini akan berdampak pada perdagangan antara dua negara.

Dilansir AFP, usai diresmikan, jalur perbatasan itu telah dilalui 120 turis pertama dari China menuju Korea Utara.

Terlepas dari sanksi yang diberlakukan, jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Korea Utara dilaporkan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, pemerintah kota Ji'an juga menyebut gerbang perbatasan di kota itu telah dilengkapi dengan pendeteksi radiasi nuklir, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kegiatan nuklir Korea Utara.

China telah menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara. Meski demikian, tidak ada catatan resmi terkait statistik kerja sama ekonomi kedua negara yang dirilis Pyongyang yang tertutup.

Namun data dari Bea Cukai China menunjukkan adanya penurunan dalam ekspor Korea Utara ke China yang telah anjlok hingga lebih dari 90 persen sejak 2016, dengan hanya 213 juta dollar AS (sekitar Rp 3 triliun) pada tahun lalu.

Baca juga: Partai Komunis China Minta Anggotanya Rayakan Hari Ulang Tahun Politik, Apa Itu?

Meski angka tersebut tidak bisa terlalu dipercaya, dengan banyaknya upaya penyelundupan demi menghindari sanksi.

Jalur perlintasan utama perdagangan Korea Utara dengan China secara tradisional telah menggunakan kota perbatasan Dandong. Pada 2012, proyek membangun jembatan yang menghubungkan kota itu dengan kota Sinuiju di Korea Utara dimulai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.