Menteri Luar Negeri AS Sebut Kim Jong Un sebagai Tiran

Kompas.com - 10/04/2019, 12:34 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyebut Pemimpin Korea Utara sebagai seorang tiran. Pompeo bahkan menyamakan Kim Jong Un dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan itu muncul dalam jawaban yang disampaikan Pompeo saat hadir untuk bersaksi di hadapan subkomite Senat AS, pada Selasa (9/4/2019).

Pompeo yang telah empat kali mengunjungi Pyongyang tahun lalu sebagai utusan Presiden Donald Trump untuk mencari peluang pertemuan dengan Korea Utara, menjawab pertanyaan dari seorang anggota Senat AS, Patrick Leahy.

Leahy, seorang Demokrat, memberi pertanyaan yang mengacu pada pernyataan Pompeo terkait Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang disebutnya sebagai tiran.

Baca juga: Pompeo: Penangkapan Perempuan di Mar-a-Lago Bukti China adalah Ancaman

Saat ditanya apakah Pompeo juga akan menggunakan "bahasa" yang sama untuk Kim Jong Un, dia menjawab, "Tentu. Saya yakin bahwa saya sudah mengatakan hal itu".

Jawaban Pompeo secara tidak langsung membenarkan bahwa dirinya menganggap Kim Jong Un sebagai seorang tiran, yang tidak berbeda dengan Maduro.

Pernyataan itu dikhawatirkan akan mempengaruhi peluang untuk pertemuan puncak lanjutan antara kedua pemimpin negara setelah gagal mencapai kesepakatan di Hanoi, Vietnam, Februari lalu.

Jawaban Trump juga akan bertentangan dengan pernyataan Trump yang berulang kali memuji Kim Jong Un sebagai pemimpin muda yang cakap.

Pihak Korea Utara selama ini juga telah berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan dengan mengkritik pejabat AS dan Trump dengan sebutan "gangster".

Menanggapi hal ini, Pompeo menyatakan bahwa anggapannya tentang Kim Jong Un sebagai tiran, tidak mendasari cara AS dalam menghadapi Korea Utara.

"Tidak diragukan lagi bahwa dunia di luar sana kejam dan jahat. Tetapi tidak semua pemimpin sama."

Baca juga: Menlu AS Berharap Trump Bisa Segera Kembali Bertemu Kim Jong Un

"Beberapa dari mereka mencoba untuk menghapus semua negara dari muka bumi dan yang lainnya bermitra dengan kami demi membantu menjaga keamanan Amerika," ujar Pompeo, dikutip AFP.

"Anda mungkin menyebut mereka sebagai tiran, Anda mungkin menyebut mereka otoriter, tetapi selalu ada perbedaan mendasar dan ada perbedaan dalam cara AS menanggapi," lanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X