Kompas.com - 10/04/2019, 05:00 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pada Selasa kemarin (9/4/2019), Israel melaksanakan hajatan politik melalui pemilihan umum (pemilu) parlemen atau Knesset.

Pertarungan sengit terjadi antara petahana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mantan Kepala Staf Jenderal sekaligus pemimpin Partai Pertahanan Israel, Benny Gantz.

Baca juga: Palestina Segera Umumkan Susunan Pemerintahan Baru

Pertarungan politik Israel itu diperhatikan oleh dunia. Termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang mengatakan dia tidak mendukung siapa pun.

Kepada awak media seperti dilansir AFP, Abbas berharap pemilu itu bisa mendatangkan perdamaian tidak hanya kepada Israel, namun juga Palestina.

"Yang kami harapkan adalah terdapat jalan, sebuah jalan yang benar menuju perdamaian. Kami tidak butuh pemerintah yang tak percaya akan damai," jelas dia.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) kolaps pada 2014 setelah dua pihak saling menyalahkan.

Pemerintahan Abbas yang berkantor di Tepi Barat selalu mengatakan bahwa pemerintah Palestina selalu terbuka terhadap upaya perdamaian.

Namun pada Desember 2017, dia membekukan hubungan dengan AS setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina menganggap pemerintahan AS saat ini terlalu condong kepada Israel, dan berjanji tidak akan bekerja sama dengan rancangan perundingan damai yang ditawarkan Washington.

Adapun Netanyahu yang mengincar kekuasaan untuk kali kelima melontarkan janji kontroversial bakal mencaplok Tepi Barat jika terpilih kembali.

Permukiman yang dibangun di atas tanah yang diduduki Israel setelah Perang Enam Hari 1967 dianggap ilegal oleh komunitas internasional.

Berbagai upaya Tel Aviv untuk mengembangkan hunian bagi warganya dianggap sebagai hambatan dalam mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Jika Terpilih Lagi, PM Israel Netanyahu Berjanji Caplok Tepi Barat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.