Kompas.com - 10/04/2019, 05:00 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasukkan surat suara ke balot dalam pemilu parlemen (Knesset) pada 9 April 2018. Pemilu ini bakal menjadi pertarungan sengit antara Netanyahu dengan mantan jenderal Benny Gantz. AFP/ARIEL SCHALITPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasukkan surat suara ke balot dalam pemilu parlemen (Knesset) pada 9 April 2018. Pemilu ini bakal menjadi pertarungan sengit antara Netanyahu dengan mantan jenderal Benny Gantz.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pada Selasa kemarin (9/4/2019), Israel melaksanakan hajatan politik melalui pemilihan umum (pemilu) parlemen atau Knesset.

Pertarungan sengit terjadi antara petahana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mantan Kepala Staf Jenderal sekaligus pemimpin Partai Pertahanan Israel, Benny Gantz.

Baca juga: Palestina Segera Umumkan Susunan Pemerintahan Baru

Pertarungan politik Israel itu diperhatikan oleh dunia. Termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang mengatakan dia tidak mendukung siapa pun.

Kepada awak media seperti dilansir AFP, Abbas berharap pemilu itu bisa mendatangkan perdamaian tidak hanya kepada Israel, namun juga Palestina.

"Yang kami harapkan adalah terdapat jalan, sebuah jalan yang benar menuju perdamaian. Kami tidak butuh pemerintah yang tak percaya akan damai," jelas dia.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) kolaps pada 2014 setelah dua pihak saling menyalahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintahan Abbas yang berkantor di Tepi Barat selalu mengatakan bahwa pemerintah Palestina selalu terbuka terhadap upaya perdamaian.

Namun pada Desember 2017, dia membekukan hubungan dengan AS setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina menganggap pemerintahan AS saat ini terlalu condong kepada Israel, dan berjanji tidak akan bekerja sama dengan rancangan perundingan damai yang ditawarkan Washington.

Adapun Netanyahu yang mengincar kekuasaan untuk kali kelima melontarkan janji kontroversial bakal mencaplok Tepi Barat jika terpilih kembali.

Permukiman yang dibangun di atas tanah yang diduduki Israel setelah Perang Enam Hari 1967 dianggap ilegal oleh komunitas internasional.

Berbagai upaya Tel Aviv untuk mengembangkan hunian bagi warganya dianggap sebagai hambatan dalam mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Jika Terpilih Lagi, PM Israel Netanyahu Berjanji Caplok Tepi Barat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.