Winger Inter Milan Ini Bantu Bayari Makan Siang Gadis Kurang Mampu

Kompas.com - 09/04/2019, 20:22 WIB
Antonio Candreva merampungkan transfer ke Inter Milan, Rabu (3/8/2016). INTER MILANAntonio Candreva merampungkan transfer ke Inter Milan, Rabu (3/8/2016).

MILAN, KOMPAS.com - Sikap mulia ditunjukkan winger Inter Milan Antonio Candreva dengan membayar makan siang seorang bocah dari keluarga migran kurang mampu.

Berdasarkan laporan Corriere della Sera dilansir Football Italia Selasa (9/4/2019), gadis yang bersekolah di Minerbe itu menangis karena jatah makan siangnya dikurangi.

Alih-alih menerima makan siang normal, gadis yang tidak diketahui identitasnya itu hanya menerima tuna dan keripik karena orangtuanya tak sanggup membayar.

Baca juga: Malaysia Deportasi 84 Pekerja Migran asal Indonesia di Entikong


Kabar itu menyebar ke seantero Italia dan didengar oleh Candreva. Pemain 32 tahun itu kemudian memutuskan untuk menemui Wali Kota Minerbe.

"Saya siap membantu dengan membayar biaya kantin gadis itu," ujar Candreva kepada wali kota 35 km dari Verona, seperti dikutip BBC.

Terdapat kecaman karena Wali Kota Andrea Girardi merupakan politisi Lega Nord, partai yang dikenal karena pendekatan anti-imigran.

Kader paling terkenal partai berlambang ksatria itu adalah Sekretaris Jenderal Matteo Salvini yang merupakan Menteri Luar Negeri Italia.

Partai Demokrat (PD) yang berhaluan pusat-kiri menuduh pemerintah setempat melakukan kebijakan yang bersifat diskriminatif.

"Bagaimana bisa kalian sebut ini adil ketika ada gadis yang masih berusia sekolah dihina hanya karena orangtuanya menunggal," kata PD.

Dalam laporan media lokal, gadis itu hanya makan tuna kecil. Sementara siswa lainnya bisa memakan pasta dan hidangan pendamping lainnya.

Dalam kasus lain berdasarkan harian La Repubblica, ada guru yang sampai memberikan jatah makan siangnya kepada anak didik yang tidak bisa membayar.

Girardi kemudian menjawab bahwa pemerintahannya membantu 30 keluarga yang mengalami kesulitan serupa berkaitan pembayaran uang kantin.

"Kami menghadapi puluhan problem ini dan tentu tak bisa menutupi seluruh biayanya. Jadi, kami memutuskan membuat kebijakan lain," papar Girardi.

Baca juga: Ambil Ubin Mosaik Pompeii, Turis Inggris Ditahan Polisi Italia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X