Tak Terima Kalah, Partainya Erdogan Ingin Pemilu Ulang di Istanbul

Kompas.com - 09/04/2019, 19:40 WIB
Kandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal. AFP/ADEM ALTANKandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Partai yang dipimpin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan mereka bakal mengajukan permohonan pemilu ulang di Istanbul.

Pernyataan itu disampaikan setelah Dewan Pemilihan Tertinggi menolak banding Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) untuk menggelar penghitungan ulang.

Dilansir AFP Selsa (9/4/2019), AKP mengajukan banding setelah kandidatnya kalah tipis dalam pemilu Istanbul pada pekan lalu, dan menjadi kemunduran besar.

Baca juga: Partainya Kalah di Pemilu Istanbul, Erdogan Tuduh Adanya Organisasi Kriminal

Sebab sebelumnya, mereka sudah terhempas dari pemilu di Ankara setelah jagoan oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Mansur Yavas menjadi wali kota.

"Kami akan mengambil langkah banding yang luar biasa ini. Kami akan mengatakan supaya pemilu diulang," kata Wakil Ketua AKP Ali Ihsan Yavuz.

Badan pemilu lokal kini bakal memutuskan apakah bakal mengabulkan permintaan AKP dan menggelar pemilu ulang karena selisih suara yang tipis.

Mantan Perdana Menteri Binali Yildirim merupakan kandidat utama AKP, dan melawan andalan CHP Ekrem Imamoglu yang pernah menjadi wali kota salah satu distrik Istanbul.

Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK) memenangkan Imamoglu dengan selisih 28.000 pekan lalu. Namun setelah hitung ulang, selisihnya menyusut.

Pada awal Selasa, AKP menyatakan perbedaan dua kandidat mencapai 14.604 balot. Sementara hitung terakhir yang dipaparkan CHP berada di angka 14.463.

AFP telah mengajukan banding supaya seluruh kotak suara di Istanbul dihitung. Namun YSK menolak, dan hanya mengizinkan penghitungan 51 kotak suara.

"Setiap orang memang wajib mematuhi YSK. Namun kami punya hak mengkritiknya. Jujur, saya tidak paham mengapa hanya 51 suara yang diizinkan," keluh Yavuz.

YSK memutuskan menunda keputusan di satu distrik Buyukcekmece dikarenakan tengah diadakan penyelidikan atas dugaan kasus penipuan.

Kepolisian Istanbul menyelidiki setelah terdapat klaim 11.186 orang mengubah alamat mereka ke Buyukcekmece sebelum pemilu berlangsung.

"Terdapat sebuah kecurangan terorganisasi yang tengah terjadi di Istanbul," kata Yavuz tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Kalah di Ankara dan Istanbul, Pukulan Telak bagi Erdogan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X