NASA: Serangan Bakteri dan Jamur Ancam Stasiun Luar Angkasa Internasional

Kompas.com - 09/04/2019, 11:42 WIB
The Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang lalu wikipediaThe Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang lalu

KOMPAS.com - Badan antariksa AS, NASA, mengungkapkan bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS saat ini sedang terancam oleh serangan bakteri dan jamur.

Pernyataan NASA tersebut menyusul sebuah hasil studi terbaru yang mengungkapkan bahwa ISS telah dipenuhi dengan bakteri dan jamur.

Hal tersebut menambah peringatan sebelumnya yang mengatakan tentang adanya serangan yang hidup di dalam pangkalan ruang angkasa yang mengorbit.

Menurut laporan studi, bakteri di stasiun luar angkasa itu tidak hanya menimbulkan ancaman bagi kesehatan para astronot yang bertugas, namun juga berbahaya bagi struktur ISS yang dapat mengancam stabilitas fasilitas luar angkasa itu.

Baca juga: Ada Organisme Bumi Hidup di Luar ISS, Bertahan Lebih dari Setahun

Laporan NASA juga menambahkan bahwa beberapa bakteri dan serangga yang ada di dalam ISS diketahui sama dengan yang menyebabkan korosi pada logam di Bumi. Hal itu berarti bahwa organisme itu dapat menyerang stasiun luar angkasa secara harafiah dan menimbulkan kerusakan.

"Sejumlah mikroorganisme yang kami identifikasi di ISS diketahui adalah mikroorganisme yang menyebabkan korosi di Bumi," ujar Dr Camilla Urbaniak, salah satu penulis dalam laporan tentang mikroba dan jamur di pangkalan luar angkasa.

"Namun demikian, seberapa besar dampak yang ditimbulkan organisme itu dalam korosi di atas ISS masih harus diteliti."

"Selain mendalami dampak yang mungkin ditimbulkan mikroorganisme dan jamur pada kesehatan astronot, memahami dampak potensial yang bisa ditimbulkan terhadap pesawat luar angkasa akan penting untuk menjaga stabilitas struktur stasiun selama misi luar angkasa jangka panjang, saat upaya pemeliharaan rutin tidak mudah untuk dilakukan," ujarnya menerangkan.

Sementara dilansir Metro.co.uk, sebagian besar serangga dan bakteri yang ditemukan di ISS hampir seluruhnya berkaitan dengan manusia, termasuk bakteri yang ditemukan di pusat kebugaran, kantor, maupun rumah sakit di Bumi.

Dr Kasthuri Venkateswaran dari Laboratorium Jet Pendorong NASA mengatakan, mikroba spesifik yang ada dalam ruang di Bumi telah menunjukkan menimbulkan dampak pada kesehatan manusia.

Baca juga: NASA Akan Bayar Relawan Rp 262 Juta untuk Tiduran selama 2 Bulan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X