Suriah: Garda Revolusi Iran Dianggap Kelompok Teroris adalah Pengakuan dari AS

Kompas.com - 09/04/2019, 07:44 WIB
Garda Revolusi Iran. via Sky NewsGarda Revolusi Iran.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pemerintah Suriah mengecam keputusan Amerika Serikat yang menganggap pasukan Garda Revolusi Iran sebagai "kelompok teroris".

Damaskus menyebut keputusan AS tersebut sebagai langkah tidak bertanggung jawab, namun juga menyebutnya sebagai bentuk pengakuan AS terhadap pasukan pelindung dan pembela rezim ulama Iran tersebut.

Diberitakan kantor berita Arab Suriah, SANA, yang mengutip sebuah sumber dari kementerian luar negeri, mengatakan bahwa tindakan AS pada Senin (8/4/2019) itu merupakan bentuk "serangan terang-terangan" terhadap kedaulatan Iran, yang juga sekutu dekat Suriah.

"Tetapi langkah tidak bertanggung jawab itu juga menjadi pengakuan AS atas peran penting pasukan Garda Revolusi dalam membela kedaulatan dan kemerdekaan Iran dalam perlawanannya terhadap AS dan juga Israel," tulis SANA, mengutip sumber.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Dianggap Organisasi Teroris, PM Israel: Terima Kasih Trump Temanku

"Langkah AS bisa menjadi sebuah lambang kehormatan (bagi Iran)," lanjut sumber kementerian luar negeri Suriah, dikutip SANA.

Presiden AS Donald Trump, pada Senin (8/4/2019), telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan menyebut Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris yang secara aktif berpartisipasi dalam keuangan dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Garda Revolusi Iran adalah sarana utama Teheran dalam mengarahkan dan melaksanakan kampanye terorisme globalnya," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Langkah AS ini menjadi pertama kalinya bagi Washington yang menerapkan penunjukan itu kepada bagian dari pemerintah asing yang bukan merupakan kelompok gerilya maupun entitas informal lainnya.

Iran telah menjadi sekutu kuat pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, selama terjadinya perang saudara di negara itu, serta berperan penting dalam upaya mencapai perdamaian di Suriah bersama Rusia dan Turki.

Baca juga: Trump Umumkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X