Kompas.com - 08/04/2019, 23:48 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Sebuah majalah Amerika Serikat (AS) melaporkan, Angkatan Udara India tidak menjatuhkan satu pun jet tempur F-16 Pakistan.

Laporan yang dirilis oleh Foreign Policy itu menyatakan pejabat Kementerian Pertahanan AS telah datang dan menghitung sendiri jumlah armada F-16 Pakistan.

Baca juga: Pakistan Akui Pakai F-16 saat Pertempuran Udara Lawan India

Mengutip dua sumber internal Pentagon seperti dilansir AFP Senin (8/4/2019), personel datang atas undangan langsung yang dilayangkan Pakistan.

Personel itu pun melakukan penghitungan setelah Pakistan melakukan bantahan, dan didapati tidak ada jet tempur F-16 yang menghilang.

Pernyataan itu bertolak belakang dari Marsekal Madya India RGK Kapoor yang mengklaim mereka menembak jatuh F-16 Pakistan dalam pertempuran 27 Februari lalu.

Dalam laporan Foreign Policy, pada klausul perjanjian penjualan senjata AS diizinkan untuk secara teratur melakukan peninjauan peralatan tempur itu.

Karena ada beberapa pesawat yang saat itu tidak ada, dibutuhkan waktu beberapa pekan bagi pejabat AS itu untuk memastikan F-16 Pakistan.

"Kini, penghitungan sudah selesai dilaksanakan. Seluruh jet tempur F-16 Pakistan sudah dihadirkan dan dinyatakan lengkap," ujar sumber tersebut.

Namun, Angkatan Udara India (IAF) mempunyai bukti bahwa jet tempur multiperan yang diproduksi pabrikan General Dynamics itu ditembak jatuh.

Media lokal India yang mengutip sumber IAF memberitakan, terdapat komunikasi radio dari AU Pakistan yang menyatakan salah satu F-16 mereka tidak kembali ke pangkalan.

Juru bicara AU Pakistan Asif Ghafoor mengatakan kebenaran bakal tersingkap pada waktunya dan meminta India agar mengakui telah membuat klaim palsu.

Tidak dijelaskan berapa banyak F-16 yang dipunyai Pakistan. Namun, terdapat laporan bahwa Islamabad mempunyai setidaknya 70-80 unit.

Dalam pertempuran udara itu, Pakistan juga mengklaim menumbangkan dua jet tempur India. Namun, New Delhi mengonfirmasi hanya satu.

Pertempuran itu merupakan respons dari ketegangan dua negara tetangga di Asia Selatan itu buntut bom bunuh diri di Kashmir Februari lalu.

Bom bunuh diri yang kemudian diklaim oleh kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) tersebut menewaskan 40 anggota paramiliter India.

Baca juga: Jet Tempur F-16 Belanda Tertembak Pelurunya Sendiri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.