Kompas.com - 08/04/2019, 22:43 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan pasukan elite Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Dilansir BBC dan Sky News Senin (8/4/2019), ini adalah kali pertama AS memberikan label organisasi teroris kepada militer negara lain.

Keputusan Trump untuk menyematkan label teroris kepada IRGC didasarkan pertimbangan sebagai tekanan kepada negara pimpinan Ayatollah Ali Khamenei itu.

Baca juga: AS Bakal Umumkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih menjelaskan Garda Revolusi merupakan alat utama Iran dalam "menerapkan segala kampanye teror di dunia".

Sejumlah aktivitas IRGC dan sekutunya menjadi subyek sanksi AS karena mendukung terorisme, kegiatan ilegal, maupun kekerasan terhadap HAM.

"Dipimpin Kementerian Luar Negeri, langkah ini mengakui kenyataan Iran tak hanya merupakan negara pendukung terorisme," kata Trump.

Dia menjelaskan Garda Revolusi secara aktif juga mendanai, dan berpartisipasi dalam aksi teror itu sebagai kepanjangan tangan negara.

"Jika Anda berbisnis dengan IRGC, ketahuilah maka Anda tengah mendanai terorisme," ujar presiden ke-45 dalam sejarah Negeri "Uncle Sam" itu.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, penyematan organisasi teroris kepada Garda Revolusi bakal berlaku efektif dalam satu pekan ke depan.

Pompeo berkata Washington bakal terus menekan Iran supaya bertindak layaknya "negara normal", dan meminta sekutunya juga menjalankan sikap yang sama.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu menyebut para pemimpin Iran sebagai oportunis sehingga rakyat berhak mendapat yang lebih baik.

"Kami harus membantu rakyat Iran supaya mendapatkan kembali kebebasan mereka," ujar Pompeo dalam kicauannya di Twitter yang mengunggah gambar IRGC.

Stasiun pemerintah Iran pun menganggap aksi yang dilakukan Trump ilegal. IRGC didirikan pada 1979 setelah Revolusi Iran, dan setia kepada pemimpin tertinggi.

Sebagai cabang elite di militer, Garda Revolusi dilaporkan mempunyai 150.000 personel aktif baik di matra darat, laut, dan udara.

Baca juga: Bus Pengangkut Personel Garda Revolusi Iran Dibom, 41 Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.