Hasil Penyelidikan Penembakan Masjid Selandia Baru Bakal Dilaporkan pada Akhir Tahun

Kompas.com - 08/04/2019, 17:35 WIB
Para pelayat membuat sebuah peti berisi salah satu jenazah korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, untuk dibawa ke Pemakaman Christchurch pada Jumat (22/3/2019). AFP/MARTY MELVILLEPara pelayat membuat sebuah peti berisi salah satu jenazah korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, untuk dibawa ke Pemakaman Christchurch pada Jumat (22/3/2019).

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan, hasil penyelidikan penembakan di masjid Christchurch bakal dilaporkan akhir tahun.

Dalam pernyataan resmi Ardern, investigasi aksi teror di Masjid Al Noor dan Linwood pada 15 Maret lalu itu bakal diberitahukan kepada pemerintah 10 Desember mendatang.

Baca juga: Ditanya soal Responnya Saat Penembakan di Masjid Christchurch, Ini Jawaban PM Selandia Baru

Diwartakan ABC Senin (8/4/2019), penyelidikan itu bakal fokus kepada aktivitas teroris yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant.

Segala aktivitas menyangkut selancar di media sosial dan jaringan internasional bakal dicek di investigasi senilai 7,7 juta dollar itu, atau Rp 73,4 miliar.

Dalam penyelidikan yang dipimpin Hakim Agung Sir William Young itu, bakal diperiksa juga dari mana Tarrant mendapatkan izin kepemilikan senjata.

Selain itu, otoritas juga bakal melihat apakah badan keamanan sebelumnya sudah pernah mengetahui sosok Tarrant dan potensi ancaman yang ditimbulkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyelidikan itu diumumkan 10 hari setelah Tarrant menyerang jemaah dua masjid yang tengah melakukan Shalat Jumat, dan menewaskan 50 orang.

Tarrant menyiarkan aksi kejinya di Facebook dan sebelumnya sempat mengunggah sebuah "manifesto" berisi sentimen anti-imigrasi dan anti-Muslim.

Saat mengumumkan penyelidikan tersebut, Ardern menjelaskan bagaimana kepemilikan senjata Tarrant diraih, dan anggapan harusnya keamanan bisa mencegah aksi teror itu.

"Komisi penyelidik berperan penting dalam menanggapi bagaimana serangan itu terjadi, dan mencegah aksi serupa di masa depan," papar dia.

Sementara itu, Wellington telah memulai larangan penjualan senjata semi-otomatis dan senapan gaya militer yang dipakai teroris itu.

Kritik yang berkembang menyatakan, penegak hukum Selandia Baru terlalu sibuk dengan ekstremis Islam dan tidak mengindahkan ekstremis kulit putih.

Pasalnya, Tarrant diketshui tidak terdeteksi baik di Selandia Baru maupun Australia yang merupakan negara asalnya.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Bakal Dites Kejiwaannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ABC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.