Kompas.com - 07/04/2019, 21:21 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Turki langsung melontarkan kecaman atas janji kampanye yang diucapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jelang pemilu Selasa nanti (9/4/2019).

Dalam janjinya, Netanyahu mengatakan dia bakal mencaplok permukiman di kawasan Tepi Barat yang diduduki setelah Perang Enam Hari 1967.

Baca juga: Jika Terpilih Lagi, PM Israel Netanyahu Berjanji Caplok Tepi Barat

Dalam kicauannya di Twitter, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkata Tepi Barat adalah daerah Palestina yang diduduki secara ilegal oleh Israel.

"Komentar tak bertanggung jawab Perdana Menteri Netanyahu untuk menggalang dukungan jelang pemilu tak akan mengubah fakta itu," tegas Cavusoglu dilansir AFP Minggu (7/4/2019).

Sementara juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan Netanyahu berusaha menggunakan pemilu untuk membenarkan pendudukan di Tepi Barat.

"Jika dia menang, apakah itu berarti kemenangan demokrasi atau pendudukan? Akankah demokrasi Barat bereaksi atau diam saja? Memalukan," sindir Kalin.

Segala bentuk pembangunan permukiman di Tepi Barat merupakan upaya ilegal menurut hukum internasional, dan menjadi penghalang bagi usaha perdamaian dua negara.

Namun, Netanyahu menyatakan dia tidak akan menghapus wacana itu, dan mengaku sudah mendiskusikannya dengan Presiden AS Donald Trump.

"Saya berkata kepada dia tidak boleh ada rencana permukiman yang dihapus dari daerah pendudukan Tepi Barat," kata PM dari Partai Likud itu.

Israel telah menempatkan sekitar 400.000 warga di daerah pendudukan Tepi Barat. Termasuk 200.000 orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem Timur.

Adapun terdapat 2,5 juta orang Palestina tinggal di Tepi Barat, dengan negara itu ingin memantapkan wilayah di sana termasuk juga di Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

Washington dikabarkan bakal mengumumkan rencana perdamaian mereka selepas pemilu, dengan Netanyahu berujar dia bisa memprediksi isi di dalamnya.

Selain permukiman, dia meminta agar Israel tetap diperbolehkan menguasai seluruh wilayah barat Sungai Yordan dalam rencana perdamaian AS.

Baca juga: Temui Wapres, MUI Minta Dukungan Pembangunan Rumah Sakit di Tepi Barat Palestina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.