Janji PM Israel Netanyahu Caplok Tepi Barat Bikin Turki Geram

Kompas.com - 07/04/2019, 21:21 WIB
Foto yang menunjukkan pagar kontroversial yang memisahkan wilayah Abu Dis di Tepi Barat dengan Yerusalem Timur. AFP / THOMAS COEXFoto yang menunjukkan pagar kontroversial yang memisahkan wilayah Abu Dis di Tepi Barat dengan Yerusalem Timur.

ANKARA, KOMPAS.com - Turki langsung melontarkan kecaman atas janji kampanye yang diucapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jelang pemilu Selasa nanti (9/4/2019).

Dalam janjinya, Netanyahu mengatakan dia bakal mencaplok permukiman di kawasan Tepi Barat yang diduduki setelah Perang Enam Hari 1967.

Baca juga: Jika Terpilih Lagi, PM Israel Netanyahu Berjanji Caplok Tepi Barat

Dalam kicauannya di Twitter, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkata Tepi Barat adalah daerah Palestina yang diduduki secara ilegal oleh Israel.

"Komentar tak bertanggung jawab Perdana Menteri Netanyahu untuk menggalang dukungan jelang pemilu tak akan mengubah fakta itu," tegas Cavusoglu dilansir AFP Minggu (7/4/2019).

Sementara juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan Netanyahu berusaha menggunakan pemilu untuk membenarkan pendudukan di Tepi Barat.

"Jika dia menang, apakah itu berarti kemenangan demokrasi atau pendudukan? Akankah demokrasi Barat bereaksi atau diam saja? Memalukan," sindir Kalin.

Segala bentuk pembangunan permukiman di Tepi Barat merupakan upaya ilegal menurut hukum internasional, dan menjadi penghalang bagi usaha perdamaian dua negara.

Namun, Netanyahu menyatakan dia tidak akan menghapus wacana itu, dan mengaku sudah mendiskusikannya dengan Presiden AS Donald Trump.

"Saya berkata kepada dia tidak boleh ada rencana permukiman yang dihapus dari daerah pendudukan Tepi Barat," kata PM dari Partai Likud itu.

Israel telah menempatkan sekitar 400.000 warga di daerah pendudukan Tepi Barat. Termasuk 200.000 orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem Timur.

Adapun terdapat 2,5 juta orang Palestina tinggal di Tepi Barat, dengan negara itu ingin memantapkan wilayah di sana termasuk juga di Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

Washington dikabarkan bakal mengumumkan rencana perdamaian mereka selepas pemilu, dengan Netanyahu berujar dia bisa memprediksi isi di dalamnya.

Selain permukiman, dia meminta agar Israel tetap diperbolehkan menguasai seluruh wilayah barat Sungai Yordan dalam rencana perdamaian AS.

Baca juga: Temui Wapres, MUI Minta Dukungan Pembangunan Rumah Sakit di Tepi Barat Palestina



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X