Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahathir: Najib Razak Pemimpin yang Lebih Buruk dari Anwar Ibrahim

Kompas.com - 07/04/2019, 19:32 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkap alasan sebenarnya dia memilih bekerja sama dengan mantan musuhnya, Anwar Ibrahim.

Dalam wawancara dengan New Straits Times, seperti dilansir Straits Times Minggu (7/4/2019), Mahathir mengungkap dia ingin mencegah Najib Razak kembali berkuasa.

Mahathir mengatakan, dia memang pernah mengkritik kemampuan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) dalam memimpin Malaysia.

Baca juga: Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Namun, dia ternyata menemukan bahwa Najib adalah pemimpin yang jauh lebih buruk daripada Anwar. "Pemimpin terburuk," tegas Mahathir.

Apalagi setelah Najib diduga terlibat skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang membuat negara asing seperti AS turun tangan menyelidiki.

Karena itu, dia pun memutuskan untuk bekerja sama dengan Anwar. "Bagaimanapun masa lalu dan perkataan kami satu sama lain," tutur dia.

PM berjuluk Dr M itu menjelaskan, dia lebih bisa menerima jika Anwar yang menjadi pemimpin Malaysia daripada melihat Najib kembali menang.

Mahathir berkata meski hubungan di masa lalu sempat memburuk, kerjasamanya dengan Anwar jauh lebih penting untuk mencegah Najib melenggang.

"Saya tahu jika kami tidak bekerja bersama, maka Najib bakal kembali jadi perdana menteri. Jelas bencana bagi negara ini," ujarnya.

Perdana menteri berusia 93 tahun itu melanjutkan, kini dia juga mulai memercayai kemampuan Anwar melalui koalisi Pakatan Harapan.

Sebabnya setelah meninggalkan Organisasi Nasional Malay Bersatu (UMNO), Anwar bisa menyatukan Partai Islam Malaysia (PAS) hingga Partai Aksi Demokratik (DAP).

"Faktanya, dia adalah otak pembentukan Pakatan. Tentu dulunya Pakatan hancur karena tidak bersatu. Namun setelah kami bergabung, kami bisa bekerja lebih dekat," papar dia.

Mahathir juga mengomentari kemungkinan Pakatan pecah jika dia mengundurkan diri sebagai PM, memenuhi janji politik yang dia tawarkan kepada Anwar.

Dia menyatakan yakin dengan kemampuan Anwar mempertahankan Pakatan. Terlebih dia mendapat dukungan dari sang istri, Wan Azizah Wan Ismail.

Wan Azizah yang merupakan Wakil PM sering memimpin rapat kabinet ketika Mahathir berhalangan seperti melakukan kunjungan luar negeri.

"Anwar pernah menjadi wakil perdana menteri. Tentu dia tahu bagaimana caranya mempertahankan keutuhan koalisi," terang Mahathir.

Baca juga: Anwar Ibrahim Berharap Geser Mahathir Jadi PM Malaysia dalam 2 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com