"Selfie" di Pantai Ini Bisa Dijatuhi Hukuman Mati

Kompas.com - 06/04/2019, 15:39 WIB
Banyak turis yang berada di pantai tak jauh dari bandara internasional Phuket, Thailand menggunakan momen pesawat akan mendarat sebagai latar belakang foto mereka. MirrorBanyak turis yang berada di pantai tak jauh dari bandara internasional Phuket, Thailand menggunakan momen pesawat akan mendarat sebagai latar belakang foto mereka.
|

BANGKOK, KOMPAS.com — Selfie saat ini sudah menjadi tren yang dilakukan hampir semua orang yang memiliki telepon pintar.

Tempat-tempat eksotis atau ekstrem biasanya menjadi tempat ber- selfie favorit, misalnya pantai.

Namun, di sebuah pantai di Thailand, turis yang kedapatan selfie bisa diancam hukuman mati. Mengapa demikian?

Ternyata pantai yang dimaksud berada tak jauh dari bandara internasioal Phuket.

Baca juga: Foto Selfie Bugilnya Ditemukan Murid, Guru Ini Dipecat Sekolah

Karena lokasinya yang dekat dengan bandara, pesawat yang akan mendarat atau lepas landas menjadi atraksi tersendiri.

Dan, tentu saja ber-selfie dengan latar belakang pesawat yang melintas di atas kepala saat akan mendarat merupakan foto yang amat luar biasa.

Namun, perilaku para turis ini dikabarkan membuat pengelola bandara tak suka karena dianggap bisa mengganggu konsentrasi para pilot.

"Kami membangun sebuah zona keselamatan yang dikatagorikan sebagai daerah terlarang, di mana siapa pun dilarang mengambil foto," kata Wakil Manajer Umum Bandara Internasional Phuket, Wichit Kaewsaithiam.

"Selain di zone ini, warga lokal dan turis masih bisa datang untuk berfoto," kata dia.

Pengelola bandara dikabarkan juga memperingatkan turis agar tidak menerbangkan drone atau menyalakan pena laser di kawasan tersebut agar tidak mengganggu pilot.

"Hukuman maksimalnya adalah hukuman mati untuk perilaku yang bisa mengganggu konsentrasi pilot," ujar Wichit kepada harian The Bangkok Post.

Seorang direktur bandara Phuket, Monrudee Gettuphan, sebelumnya mengatakan, para petugas amat khawatir dengan keselamatan mereka yang ber-selfie dekat bandara.

Dia menambahkan, siapa saja harus menjauh dari zona terlarang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Hendak Foto Selfie di Pinggir Rel, Gadis di Rusia Tersambar Kereta

Peringatan itu juga ditujukan untuk mencegah rusaknya organ pendengaran karena suara keras dari mesin pesawat.

"Menurut undang-undang penerbangan 1978, siapa saja yang melanggar aturan ini terancam hukuman penjara 5-20 tahun, penjara seumur hidup, bahkan hukuman mati," ujar seorang pejabat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X