Trump Ejek Video Permintaan Maaf Biden di Media Sosial

Kompas.com - 05/04/2019, 07:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi isyarat ketika dia menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, Selasa (5/2/2019). (AFP/SAUL LOEB) Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi isyarat ketika dia menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, Selasa (5/2/2019). (AFP/SAUL LOEB)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerang lawan politiknya. Kali ini sasarannya adalah mantan wakil presiden Joe Biden.

Biden yang sedang tersandung kasus pelecehan karena menyentuh perempuan tanpa izin telah menyampaikan permohonan maaf melalui video yang diunggahnya di Twitter.

Namun video tersebut kemudian menjadi sasaran olok-olok oleh Trump, yang juga melalui Twitter, mengunggah video yang telah direkayasa.

Dalam video permohonan maaf Biden yang kembali diunggah oleh Trump, terlihat "sosok" Biden lain yang muncul dari belakang Biden yang sedang berbicara.

"Sosok" Biden lainnya itu pun digambarkan mulai mendekati dan menyentuh pundak Biden yang sedang menyampaikan permohonan maafnya.

Baca juga: Trump Sebut Suara dari Kincir Angin Bisa Menyebabkan Kanker

Sementara pada keterangan video, Trump menuliskan kata-kata, "Selamat datang kembali, Joe".

Video olok-olok tersebut diunggah Trump melalui akun media sosial Twitter miliknya pada Kamis (4/4/2019).

Ini bukan kali pertama bagi Trump melakukan olok-olok terhadap lawan politiknya.

Pada September 2017 lalu, Trump pernah membagikan ulang sebuah video di Twitter yang bermaksud mengejek mantan lawan dalam pemilihan presiden 2016, Hillary Clinton.

Dalam video itu menampilkan Trump yang sedang bermain golf dan mengayunkan tongkat pemukul golf-nya. Kemudian gambar beralih ke Hillary yang terjatuh, seolah-olah dia terkena bola golf yang dipukul Trump.

Sementara kali ini, sasaran olok-oloknya adalah Joe Biden, mantan wakil presiden yang mendampingi mantan presiden Barack Obama selama dua periode, yang diyakini akan maju dalam pemilihan presiden AS 2020.

Kendati belum secara resmi menyatakan bakal maju dalam persaingan menuju Ruang Oval, banyak pihak yang menilai Biden akan menjadi lawan yang pantas untuk Trump dalam pemilu mendatang.

Baca juga: Dikecam soal Sentuh Perempuan secara Tak Wajar, Ini Komentar Joe Biden

Namun belum juga melangkah maju sebagai kandidat, Biden telah menjadi sasaran para lawan politiknya dengan kasus pelecehan.

Biden pun membela diri dengan mengunggah video yang mengatakan bahwa dirinya akan lebih berhati-hati dalam menghormati ruang pribadi orang lain di masa depan.

Menurut Biden, apa yang dilakukannya dengan menyentuh orang lain, yang dituduhkan sebagai tindak pelecehan, merupakan bentuk kasih sayang dan membuat koneksi dalam politik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X