Biografi Tokoh Dunia: Johannes Brahms, Komposer Legendaris Jerman

Kompas.com - 04/04/2019, 21:59 WIB
Johannes Brahms. Komposer legendaris Jerman. via BBCJohannes Brahms. Komposer legendaris Jerman.

KOMPAS.com - Johannes Brahms merupakan komposer, pianis, dan konduktor asal Jerman yang hidup pada zaman Romantik. Dia menulis berbagai jenis musik sepanjang hidupnya.

Mulai dari simfoni, concerto, musik kamar, piano, hingga komposisi paduan suara, dan dianggap sebagai protagonis standar klasik dari komposer besar lainnya.

Dia menjadi terkenal melalui karya antara lain Hungarian Dance No 5, Piano Quartet Opus 26, Symphony No 1, Piano Sonata, maupun komposisi Die Mainacht.

Baca juga: Putar Musik Komposer Favorit Hitler, Radio Israel Minta Maaf

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari komposer yang masuk dalam jajaran 3B bersama Johann Sebastian Bach dan Ludwig van Beethoven itu.

1. Masa Kecil
Lahir pada 7 Mei 1833, Brahms merupakan putra dari Johann Jakob Brahms, seorang pemain horn dan double-bass di Hamburg Phillharmonic Society.

Johannes kecil kemudian mendapat pelajaran musik pertama dari sang ayah di mana dia mempelajari piano, biola, hingga pelajaran dasar cello.

Namun, di piano bakat Johannes semakin terasah sehingga ayahnya membawanya untuk berguru kepada pianis terkenal Otto Friedrich Willibald Cossel pada 1840.

Di usia 10 tahun, dia tampil untuk pertama kalinya dalam konser yang menampilkan Quintet Opus 16 milik Beethoven dan piano quartet Wolfgang Amadeus Mozart.

Kemudian pada 1845-1848, dia belajar bersama guru Cossel, seorang pianis dan komposer Eduard Marxsen yang begitu memuja Mozart dan Joseph Haydn.

Di bawah bimbingan Marxsen, Brahms diperkenalkan dengan berbagai karya klasik dan memastikan sang murid berada di jalur yang diinginkannya.

Baca juga: Taman Ismail Marzuki, Pusat Kesenian untuk Mengenang Sang Komposer

2. Awal Karir
Pada 1850, Brahms bertemu dengan violinis Hongaria Ede Remenyi. Terkesima dengannya, Brahms ikut dalam sejumlah konser yang Remenyi adakan.

Dari Remenyi, dia berkenalan dengan musik "ala gypsi" Hongaria yang disebut czardas yang menjadi pondasi karyanya seperti Hungarian Dance.

Titik balik lain Brahms adalah ketika bersama Remenyi, mereka mengunjungi violinis sekaligus komposer Joseph Joachim di Hanover pada 1853.

Tertarik dengan talenta Brahms, Joachim kemudian mengenalkannya kepada komposer lain Robert Schumann yang juga terkesima dengan dia.

Brahms dan Schumann kemudian menjalin persahabatan di mana Schumann secara antuasis menulis tentang dia dengan judul Neue Zeitschrift für Musik.

Artikel itu kemudian menjadi sensasi dan membuat Brahms melejit sebagai salah satu nama yang diperhitungkan di dunia musik zaman itu.

Antara 1857-1860, dia pindah ke Detmold di mana mengajar piano dan menjadi konduktor bagi paduan suara setempat, da 1859 di sempat berada di Goettingen.

Semua pengalaman itu semakin mendewasakannya dan meningkatkan produkstivitas Brahms, di mana dia menghasilkan dua Serenade untuk orkestra.

Baca juga: Hari Ini 60 Tahun Lalu, Komposer Ismail Marzuki Wafat

Pada 1861 dia kembali ke Hamburg dan satu tahun berikutnya, dia bertolak ke Austria dengan menggenggam sedikit kesuksesan di ibu kota Vienna.

Kepergiannya ke Vienna didasarkan rasa kecewa karena jabatan konduktor Hamburg Phillharmonic diserahkan kepada penyanyi baritone Julius Stockhausen.

Pada 1863, dia menjadi pemimpin Singakademie, sebuah masyarakat paduan suara terkenal di sana, dan menikmati hidup yang cukup tenang di Vienna.

Februari 1865, ibu Brahms meninggal. Saat itu, dia langsung mengerjakan komposisi yang kelak menjadi mahakarya, German Requiem Opus 45, yang selesai 1866.

Kemudian saat 1872-1875, dia menjadi direktur Gesellschaft der Musikfreunde, dan memastikan orkestra tersebut hanya diisi kalangan profesional.

Baca juga: Peluncuran Nama Baru Bangunan Bekas Pabrik Gula, Komposer David Foster Diundang

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X