CEO Ethiopian Airlines: Saya Sangat Bangga dengan Pilot Saya

Kompas.com - 04/04/2019, 19:16 WIB
Foto Kapten Yared Getachew. Pilot Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh tak lama setelah lepas landas pada Minggu (10/3/2019).via Sky News Foto Kapten Yared Getachew. Pilot Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh tak lama setelah lepas landas pada Minggu (10/3/2019).

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - CEO Ethiopian Airlines Tewolde GebreMariam memuji mendiang pilotnya ketika kecelakaan pesawat ET 302 terjadi pada 10 Maret lalu.

Pesawat yang dikendalikan pilot Yared Getachew dan kopilot Ahmed Nur Mohammed Nur jatuh enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya.

Namun dalam laporan penyelidikan awal, Menteri Transportasi Etiopia Dagmawit Moges menegaskan baik Getachew maupun Nur bukanlah pihak yang bersalah dalam insiden itu.

Baca juga: Tragedi Ethiopian Airlines, Pilot Sudah Ikuti Prosedur Sebelum Pesawat Jatuh

Dalam konferensi pers, Moges menyatakan keduanya sudah berusaha menjalankan instruksi sebelum pesawat jatuh dan menewaskan 157 orang.

"Kru berusaha menjalankan instruksi yang diberikan Boeing berulang kali. Namun, mereka tidak berhasil menguasai pesawat," terang Moges.

Dilansir AFP Kamis (4/4/2019), GebreMariam mengatakan kedua pilotnya itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah pesawat jatuh.

"Saya sangat bangga karena mereka tetap mematuhi prosedur dan menampilkan profesionalitas tingkat tinggi di tengah situasi sulit," puji GebreMariam.

Sementara itu Boeing berusaha merebut kembali pangsa pasar ketika pada Rabu (3/4/2019) merilis foto petinggi eksekutif mereka ikut dalam tes pesawat 737 MAX.

Pesawat tersebut melakukan percobaan sistem anti-stall yang telah diperbarui. Pekan lalu, Boeing mengundang ratusan pilot dan jurnalis untuk mengikuti presentasi.

Dalam presentasinya, Boeing memperkenalkan perubahan pada The Maneuvering Characteristics Augmentation System, atau dikenal dengan MCAS.

Dalam perubahan tersebut, sistem itu tidak akan berusaha membuat koreksi ketika pilot mencoba mengambil kendali pesawat saat menemukan masalah.

Sistem itu juga yang secara tidak langsung dipaparkan Moges dalam konferensi pers jika berdasarkan laporan investigasi awal.

Moges menyebut hidung pesawat beberapa kali turun, di mana MCAS didesain untuk menurunkan hidung pesawat jika mendeteksi kemacetan atau pesawat kehilangan daya

Dalam laporan Wall Street Journal Rabu, pilot mematikan sistem anti-stall itu. Namun menghidupkannya lagi setelah tak mampu mengendalikan pesawat.

Baca juga: Tragedi Ethiopian Airlines, Ada Benda Asing yang Disebut Merusak Sensor



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X