Tragedi Ethiopian Airlines, Pilot Sudah Ikuti Prosedur Boeing Sebelum Pesawat Jatuh

Kompas.com - 04/04/2019, 16:44 WIB
Seorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu,  60 kilometer sebelah tenggara  ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat. AFP/MICHAEL TEWELDESeorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, 60 kilometer sebelah tenggara ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Pemerintah Etiopia merilis laporan awal penyelidikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh pada 10 Maret lalu.

Pesawat yang diawaki oleh pilot Kapten Yared Getachew dan kopilot Ahmed Nur Mohammed Nur itu jatuh setelah enam menit terbang dari Addis Ababa.

Baca juga: Tragedi Ethiopian Airlines, Ada Benda Asing yang Disebut Merusak Sensor

Menteri Transportasi Etiopia Dagmawit Moges dalam konferensi pers mengatakan, laporan itu tidak menyatakan ada kesalahan pda Getachew dan Nur.


Diwartakan Daily Mirror Kamis (4/4/2019), Moges membeberkan saat kejadian, fase take off berlangsung normal. "Kondisi pesawat juga bagus dan laik terbang," ucapnya.

Namun enam menit selepas lepas landas dalam penerbangan menuju Nairobi, Kenya, dia menyatakan hidung pesawat berulang kali berusaha menukik.

Saat hidung terus menurun itulah, Moges menjelaskan Getachew dan kopilotnya telah menjalankan prosedur yang diberikan oleh Boeing.

"Kru berusaha menjalankan instruksi yang diberikan Boeing berulang kali. Namun, mereka tidak berhasil menguasai pesawat," terang Moges dilansir AFP.

Dia melanjutkan dalam laporan investigasi awal itu memberikan rekomendasi agar sistem pengaturan penerbangan bisa ditinjau oleh Boeing.

Dalam laporan itu, otoritas penerbangan harus memverifikasi peninjauan sistem penerbangan telah ditangani secara memadami sebelum dioperasikan.

Moges tidak menjabarkan sistem anti-stalling otomatis yang menyebabkan kecelakaan, dan hanya menyebutkan hidung pesawat terus menukik berulang-ulang.

The Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) didesain untuk menurunkan hidung pesawat jika mendeteksi kemacetan atau pesawat kehilangan daya.

Sebelumnya mengutip sumber penerbangan, Boeing 737 MAX 8 mengalami kerusakan sensor angle of attack yang dipicu burung atau benda asing.

Kerusakan itu menyebabkan kesalahan data dan mengaktifkan sistem anti-stalling yang membuat hidung pesawat terus menukik saat lepas landas.

Pesawat Ethiopian Airlines itu jatuh dan menewaskan 157 orang di dalamnya. "Pitch up, pitch up"," begitulah teriakan pilot sebelum komunikasi terputus.

Baca juga: Ini Kata-kata Terakhir Pilot Ethiopian Airlines Sesaat Sebelum Jatuh

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X