Ratusan Anggota ISIS Masih Bersembunyi di Gua-gua di Suriah

Kompas.com - 04/04/2019, 15:43 WIB
Seperti inilah kondisi Baghouz. Desa di timur Suriah sebagai lokasi akhir kekhalifahan Negara Islam Irakdan Suriah (ISIS) yang direbut pada Sabtu pekan lalu (23/3/2019). AFP via Daily MailSeperti inilah kondisi Baghouz. Desa di timur Suriah sebagai lokasi akhir kekhalifahan Negara Islam Irakdan Suriah (ISIS) yang direbut pada Sabtu pekan lalu (23/3/2019).

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Ratusan anggota organisasi teroris ISIS diyakini masih bersembunyi di dalam gua-gua yang berada di Suriah, usai runtuhnya benteng pertahanan terakhir mereka di Baghouz.

Sisa-sisa kelompok ISIS kini masih dalam perburuan oleh Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang didukung AS, setelah dinyatakan kalah pada 23 Maret lalu.

Juru bicara SDF, Mustefa Bali, mengatakan bahwa pasukan koalisi masih terus melacak sisa-sisa dari kelompok organisasi teroris dan militan lainnya.

"Ada kelompok yang bersembunyi di dalam gua-gua di Suriah yang menghadap ke Baghouz," ujarnya, Selasa (2/4/2019), seperti dilaporkan surat kabar, Asharq Al-Awsat.


Baca juga: Puluhan WNI Ditemukan di Kamp Penampung Mantan Anggota ISIS di Suriah

Pasukan yang didukung AS dan dipimpin Kurdi Suriah telah melancarkan serangan udara dan operasi penyirisan ke tempat-tempat yang diyakini menjadi tempat persembunyian para ekstremis ISIS yang tersisa.

Juru bicara Pasukan Koalisi, Scott Rawlinson mengatakan kepada AFP, pasukan SDF terus melawan kehadiran ISIS baik secara fisik maupun pengaruhnya di Suriah.

Juga berupaya mencegah sumber daya yang memungkinkan kebangkitan kelompok teroris itu.

"Untuk mendukung operasi pembersihan kembali, koalisi akan terus melancarkan bantuan serangan secara teliti dengan tetap berkoordinasi dengan SDF," ujarnya, Senin (1/4/2019).

Kelompok yang mendeklarasikan dirinya pada 2014 lalu itu sempat menguasai hingga sepertiga wilayah di Irak dan Suriah.

Setelah empat tahun, pasukan SDF mengumumkan kejatuhan kekhalifahan, yang menandai berakhirnya operasi serangan terakhir yang dilangsungkan selama satu bulan di Baghouz.

Namun kekalahan kelompok ekstremis di benteng pertahanan terakhir di Suriah tidak serta merta menghapuskan ancaman dari sel-sel tidur ISIS yang terbesar di kedua negara.

Ditambahkan Rawlinson, operasi anti-ISIS saat ini fokus pada upaya "mengikis" kemampuan kelompok teroris itu dalam "bekerja sama dan beregenerasi".

Puluhan serangan udara diklaim telah dilancarkan koalisi sejak akhir bulan lalu dan telah menghantam gua serta wilayah pertanian yang ada di Baghouz.

Dilansir The Sun, para ekstremis ISIS diyakini masih bertahan di gurun Badia di Suriah dan berbagai tempat persembunyian lainnya, serta terus mengklaim serangan mematikan di wilayah-wilayah yang telah dikuasai SDF.

Baca juga: Setelah Dinyatakan Kalah, Anggota ISIS Tembak Mati 7 Tentara SDF

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Sun,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X