Kompas.com - 04/04/2019, 12:46 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

SYDNEY, KOMPAS.com - Perusahaan milik Richard Branson, Virgin Australia, membatalkan perjanjian perjalanan stafnya dengan maskapai nasional Brunei.

Keputusan tersebut merupakan buntut kebijakan pemerintah Brunei memberlakukan hukum pidana baru, termasuk hukuman mati terhadap LGBT.

Diwartakan kantor berita AFP, Kamis (4/4/2019), perjanjian itu padahal memungkinkan staf Virgin untuk memesan tiket diskon penerbangan Royal Brunei Airlines ketika berlibur.

Baca juga: Setelah George Clooney, Elton John Serukan Boikot Hotel Milik Sultan Brunei

Maskapai terbesar kedua di Australia setelah Qantas itu mengirim surel kepada karyawan yang berisi tentang pemberlakuan hukum pidana baru yang mulai berlaku pada Rabu lalu.

"Perjanjian myID (perjalanan staf) antara Virgin Australia dan Royal Brunei kini telah dihentikan dengan segera," tulis surel yang diterima karyawan Virgin.

Dalam perjanjian yang terpisah, Royal Brunei masih bisa menjual kursi yang tersedia pada penerbangan Virgin Australia di Australia tetap berlaku.

Sementara itu, CEO Qantas Alan Joyce yang merupakan salah satu pemimpin bisnis yang gay di Australia, menolak berkomentar soal peninjauan kembali kesepakatan perjalanan stafnya dengan Royal Brunei.

Brunei Darussalam, sebuah negara monarki absolut yang diperintah selama 51 tahun oleh Sultan Hassanal Boliah, pertama kali mengumumkan undang-undang itu pada 2013.

Namun penerapannya tertunda setelah dihadapkan pada kelompok oposisi dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, serta ketika para pejabat menyusun rincian pelaksanaannya.

UU tersebut menetapkan hukuman mati untuk sejumlah pelanggaran, termasuk pemerkosaan, perzinaan, sodomi, perampokan, dan penghinaan dan pencemaran nama Nabi Muhammad.

UU itu juga memperkenalkan hukuman cambuk untuk tindakan aborsi, serta hukuman potong tangan atas tindak pencurian.

Baca juga: PBB: Hukuman Rajam sampai Mati di Brunei Tak Manusiawi

Kini, Brunei menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki hukum pidana syariah di tingkat nasional, bergabung dengan sebagian besar negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Keputusan tersebut telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia, dengan PBB melabelinya sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Selebriti dunia yang dipimpin oleh aktor George Clooney dan penyanyi Elton John, menyerukan pemboikotan hotel-hotel milik Brunei.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X