Puji Presiden Maduro, Maradona Bakal Diperiksa PSSI-nya Meksiko

Kompas.com - 04/04/2019, 11:58 WIB
Diego Maradona dan dua puterinya Diego Maradona dan dua puterinya

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) menyatakan bakal membuka penyelidikan terhadap legenda bola Argentina, Diego Maradona.

Sebabnya, Maradona yang kini menjadi pelatih klub divisi kedua Dorados menyulut kontroversi ketika memuji Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca juga: Maradona Sebut Nonton Argentina seperti Menyaksikan Film Horor

Dilansir AFP Kamis (4/4/2019), pernyataan itu muncul setelah timnya menang 3-2 melawan Tampico Madero dalam lanjutan kompetisi pekan lalu.

"Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini kepada Nicolas Maduro dan seluruh rakyat Venezuela yang tengah menderita," kata Maradona dalam konferensi pers.

Pelatih berusia 58 tahun itu kemudian mengejek Amerika Serikat (AS) sebagai Yankee dan menyebut negara itu sebagai polisi dunia.

"Hanya karena Yankee ini mempunyai bom terbesar dunia bukan berarti mereka bakal menyudutkan kami. Tidak, tidak akan," tegas dia.

Maradona dikenal dekat dengan Maduro. Presiden yang tengah dirongrong oleh oposisi buntut dari krisis ekonomi dan politik yang terjadi di Venezuela.

AS memimpin 49 negara lain di dunia dalam memberikan pengakuan kepada Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden Januari lalu.

Selain Madero, legenda Napoli itu juga dikenal berhubungan baik dengan sejumlah pemimpin sayap kiri Amerika Latin yang lain.

Misalnya saja dia pernah menyebut mendiang Pemimpin Kuba Fidel Castro sebagai "ayah kedua", dan pernah melontarkan kritik kepada Presiden Donald Trump.

Dia membandingkan Trump dengan boneka berambut pirang bernama Chirolita yang pernah terkenal di acara televisi Argentina pada 1970-an.

"Chirolita yang dipunyai oleh negara ini (AS) tidak akan pernah bisa membeli kami," koar pahlawan pada Piala Dunia Meksiko 1986 itu.

Dalam keterangan tertulisnya, FMF berkata bakal menyelidiki apakah Maradona melanggar kode etik pada artikel 6, 7, 9, 10, dan 11.

Artikel 7 dalam kode etik itu mengatur bahwa setiap pelaku sepak bola diharuskan netral terhadap isu politik maupun religius.

Baca juga: Maduro: Kita Menghadapi Monster yang Ingin Menghancurkan Venezuela

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X