Tragedi Ethiopian Airlines, Ada Benda Asing yang Disebut Merusak Sensor

Kompas.com - 04/04/2019, 07:05 WIB
Seorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu,  60 kilometer sebelah tenggara  ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat. AFP/MICHAEL TEWELDESeorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, 60 kilometer sebelah tenggara ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com — Penyebab kecelakaan pesawat maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Mengutip dua sumber penerbangan, ABC News pada Rabu (3/4/2019) melaporkan pesawat Boeing 737 MAX 8 mengalami kerusakan sensor angle of attack saat lepas landas.

Sensor tersebut rusak akibat burung atau benda asing sehingga memicu kesalahan data dan aktivasi sistem anti-stall.

Baca juga: Ini Kata-kata Terakhir Pilot Ethiopian Airlines Sesaat Sebelum Jatuh

Hal itu diyakini memicu pesawat mengarah ke bawah dan akhirnya jatuh ke tanah.

Salah satu sumber menyatakan, ketika hidung pesawat menukik, pilot tidak mencoba menariknya secara elektronik sebelum mengikuti prosedur darurat untuk melepaskan daya ke pengatur horizontal di bagian belakang pesawat.

Pilot justru secara manual berusaha untuk mendorong hidung pesawat ke posisi normal dengan menggunakan trim wheel. Setelah itu, pilot memulihkan daya ke pengatur horizontal.

Penyelidik dari Perancis dan AS membantu dalam investigasi tragedi Ethiopian Airlines dengan memusatkan perhatian pada sistem keamanan anti-stall otomatis pada MAX.

Mereka juga melihat kemungkinan kaitannya dengan masalah pada penerbangan Lion Air yang jatuh pada 2018.

Dalam kedua kecelakaan itu, pesawat Boeing 737 MAX berjuang untuk mempertahankan penerbangan yang stabil.

Namun, temuan awal dalam penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines baru akan dirilis oleh otoritas Ethiopia pada Kamis pagi waktu setempat.

Seperti diketahui, kecelakaan Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 pada 10 Maret lalu membuat dunia menangguhkan operasional Boeing 737 MAX.

Baca juga: CEO Ethiopian Airlines: Kami Percaya pada Boeing

Sesaat setelah lepas landas, ketika pesawat baru berada di ketinggian 137 meter, hidung pesawat mulai menukik.

Seorang pilot, sebagaimana dipaparkan harian The Wall Street Journal, mengatakan kepada rekannya "Pitch up, pitch up!" sebelum akhirnya komunikasi radio terputus.

Pesawat itu jatuh setelah hanya enam menit mengangkasa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber ABCNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X